![]() |
| Narcissus, the father of selfie |
Jika sebelumnya, diuraikan secara garis besar, maka pada artikel ini kita akan membahas narsisme secara mendetail, mulai dari asal usul dan seperti apa tanda tanda orang dengan gangguan kepribadian narsisme.
Istilah narsisme pertama kali dikemukakan oleh psikolog berkebangsaan Austria-Yahudi, Sigmund Freud, dengan mengambil nama salah satu tokoh mitologi Yunani, Narcissus.
Narcissus yang malang.! Karena terlalu mengagumi dirinya sendiri, ia dikutuk oleh para dewa sehingga sumur hidupnya, ia tidak bisa mencintai atau pun dicintai orang lain.
Pada suatu ketika, karena rasa kagum yang sangat terhadap diri sendiri, si Narcissus ini mati tenggelam dalam kolam ketika hendak mengulurkan tangan untuk membelai wajahnya yang tercermin pada permukaan air.
Konon, dari dalam kolam tersebut tumbuh bunga yang sampai saat ini disebut bunga narsis, baca: wikipedia
Sama halnya Narcissus, narsisme merupakan suatu sindrom dimana penderitanya memiliki obsesi yang sangat berlebihan pada dirinya sendiri. Merasa menjadi orang yang paling hebat, dan selalu ingin menjadi pusat perhatian.
Kehadiran media sosial menjadi suatu ruang tersendiri bagi narsisme untuk pamer segala hal (prestasi, materi, penampilan, wajah atau bagian tubuh lain) yang menurutnya bisa mendatangkan apresiasi dan rasa kagum dari pengikut media sosial nya.
Orang orang narsis seakan akan hidup hanya dari pengakuan, pujian, serta sanjungan orang lain. Mereka pada umumnya mengalami krisis empati yang mendalam, serta tidak memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Seorang narsis tidak akan sudi melihat ada orang lain melebihinya, karena ia ingin berada di atas segalanya.
Karena sangat ter-obsesi pada penilaian orang lain, maka tidak mustahil jika narsistik akan depresi, stres dan marah ketika mereka tidak mendapatkan sanjungan, pujian, dan perhatian dari orang lain.
Dengan demikian, dapat kamu bayangkan apa jadinya jika memiliki pasangan kekasih yang ternyata mengidap sindrom narsisme. Kamu hanya akan menjadi tidak lebih dari fungsi sebuah "cermin" untuk keangkuhan pasangan narsis mu.
Peran kamu dalam hubungan tersebut tidak lebih seorang budak pemberi pujian, sanjungan, dan perhatian. Si narsis ini akan menguasai kamu seutuhnya dan memaksa kamu untuk tunduk kepadanya dalam segala hal.
Sebab itu, jika kamu bukan psikiater, maka tidak ada metode apa pun untuk mengatasi sifat narsis seseorang selain kenali perilaku narsistik orang tersebut, lantas tinggalkan!
Kenali dan tinggalkan adalah cara yang paling bijak yang bisa kamu terapkan ketika terperangkap dalam hubungan toxic pasangan narsis ⟶andai kamu tidak ingin hubungan cinta kamu berakhir tragis seperti kisah Narcissus.
Fakta yang harus kamu ketahui adalah bahwa kita tidak akan pernah bisa mengubah perilaku seseorang, tak terkecuali perilaku narsistik.
Narsistik merasa dunia hanya berputar di sekitar dirinya sendiri, dan kamu tidak akan bisa untuk mengubah orbit-nya.
Apabila ada orang orang narsistik di sekelilingmu (selain pasangan kekasih), yang perlu kamu lakukan adalah mengendalikan reaksi kamu terhadapnya.
Reaksi yang saya maksud di sini adalah, stop memberinya pujian, sanjungan, dan perhatian.
Ketika dia (narsistik) kehilangan cermin dan budak pujian, otomatis dia akan mati perlahan lahan. Hal itu akan membuatnya merasa tersiksa melebihi penderitaan yang dialami Narcissus .
Ⓒ2019 Mutis.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini