Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

11 November 2017

4 Poin Janji Suci Pernikahan Kristen Yang Menakjubkan


Paling sering kita cenderung menganggap  janji tidak lah merupakan sesuatu yang serius. 
Meski kadang janji dikaitkan dengan hal yang  menyerupai utang, tetapi itu masih tidak lebih dari suatu lelucon.
Padahal, kita tidak menyadari satu hal, bahwa sebenarnya janji adalah sebuah kontrak psikologis.  

Mengucapkan sebuah janji, bermakna kamu bukan hanya membuat  seseorang berharap,  tetapi kamu sementara mengikat suatu kontrak dengan psikologi orang lain.  Sehingga, apabila janji tersebut tidak ditepati, bisa secara langsung merusak jiwa orang lain. 
Tak terkecuali dalam hal sekecil apa pun kamu membuat janji, hal itu merupakan suatu pertaruhan psikologi antara kamu dan orang lain yang berharap janji itu ditepati.
Apa lagi janji sehidup semati dalam sebuah ikatan cinta,  seperti halnya janji suci pernikahan Kristen yang selalu membuat saya takjub setiap kali mendengarnya.

Jika menurut penilaian  orang lain, mungkin janji pernikahan hanya sebagai atribut pelengkap dari suatu ritual perkawinan, tetapi menurut  saya, itu adalah nilai inti dari suatu pernikahan.
Alasannya sederhana; bahwa, poin poin dalam janji pernikahan Kristen, sudah mencakup semua aspek kehidupan yang kita jalani.

Sehingga, apabila kamu melihat banyak rumah tangga Kristen mengalami kegagalan, maka hal itu dikarenakan, kegagalan mereka dalam menerapkan setiap poin janji janji yang sudah mereka ikrarkan.
 
Inilah 4 poin janji suci pernikahan Kristen yang sangat menakjubkan.

1. Tetap Mencintai dalam keadaan suka maupun duka. 
Cinta merupakan pondasi dari suatu ikatan pernikahan. 
Oleh karena itu, janji untuk saling mencintai dalam keadaan suka maupun duka menjadi poin pertama ketika sepasang manusia mengambil keputusan untuk hidup bersama.
Janji tersebut bermakna bahwa  cinta semestinya  jauh lebih banyak mengisi perasaan ketika kedua orang tersebut diperhadapkan dengan berbagai macam dinamika kehidupan.

2. Selalu bersama dalam keadaan kaya atau melarat.
Materi  sering menjadi dilema tersendiri dalam kehidupan suatu rumah tangga. Untuk itu, sebelum menikah, perhatikan dan nilai pasangan kamu khususnya  dalam hal obsesifitasnya.  
Apabila pasangan kamu itu sangat ter-obsesi akan materi, uang, dan kesuksesan,  sebaiknya pertimbangkan matang matang tentang masa depan rumah tangga kamu kelak.
Jadi,  sebelum janji ini terucap,  kamu dan pasangan  harus sudah saling tahu latar belakang dan gaya hidup masing-masing.
Artinya, bahwa kamu berdua harus  bersedia  untuk selalu hidup bersama dalam keadaan melarat sekalipun.

3. Selalu bersama dalam keadaan sehat atau sakit
Sebagai manusia, kamu dan pasangan tentu tidak dapat terhindar dari sakit penyakit.
Suatu ketika nanti salah satu dari kamu akan mengalami perubahan atau penurunan kondisi fisik. 
Umumnya kondisi ini rawan terjadi di saat memasuki usia senja.  Saat saat di mana satu per satu anak mulai meninggalkan kalian berdua  dengan kesibukan mereka masing masing.
Oleh sebab itu, penting untuk berjanji saling mendampingi dalam segala situasi dan kondisi

4. Hanya Kematian Yang Memisahkan
Pernikahan yang sempurna, adalah pasangan yang saling mendampingi hingga akhir hayat.
Untuk itu, berjanji-lah untuk tetap setia:  Saling mencintai dalam keadaan susah maupun senang;
Dalam sehat atau pun sakit;
Dalam keadaan  berada atau pun melarat;

 Hingga maut memisahkan.....

                                   
©2017 Elangmutis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar di sini

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages