Pada artikel ini, wawasan kamu akan diisi dengan pengetahuan mengenai sejarah garam, khusus terkait pengaruhnya dalam mengubah peradaban manusia.
Peran sentral garam telah dimainkan dalam kisah-kisah sejarah, semisal, pengaruh garam bagi kemajuan bisnis Tiongkok kuno;
Menjadi aset pemerintahan kekaisaran Romawi kuno; Penggunaan garam untuk mummy di Mesir kuno; dan pengawetan makanan di Prancis selama 1600-an, dan lain lain.
Sejarah Garam
Sejarah garam sejauh yang kita ketahui lebih kurang bermula pada tahun 6050 SM.
Bukti peninggalan sejarah paling kuno di situs arkeologi Poiana Slatinei di sebelah mata air garam Lunca , Kabupaten NeamÈ› , Romania, menunjukkan proses produksi garam mula mula oleh orang orang Romania pada 6050 SM.
Orang orang Neolithic dari budaya Pre Cucuteni, pada masa itu memproduksi garam dengan cara mendidihkan mata air yang sarat garam melalui proses briquetage untuk mengekstraksi garam.
Di masa lalu, garam adalah bahan yang berharga dan langka.
Gaji tentara Romawi pada zaman dahulu, dibayar dengan garam; Sehingga sampai hari ini, Kata "gaji" yang kita kenal, diketahui berasal dari kata latin ( salarium ) yang berarti ''garam''.
Ada pula beberapa idiom dalam bahasa Turki yang menunjukkan nilai garam seperti 'asin' (digunakan untuk mengatakan bahwa sesuatu itu mahal), dan 'seseorang yang garam-nya kering' (digunakan untuk menyebut seseorang yang kaya secara finansial).
Berikut ini dapat kamu pelajari pengaruh garam yang sangat vital, yang turut memainkan peranan penting dalam mengubah peradaban manusia.
Mitologi dan Agama
Garam menjadi elemen penting dalam mitologi dan ritual keagamaan peradaban kuno. Hadir dalam sejumlah metafora atau perumpamaan, garam dijadikan sebagai simbol hikmat, kesucian, keabadian, dan persekutuan antara Tuhan dan manusia.
Di Roma kuno, seorang anak akan dioleskan garam setelah 8 hari dilahirkan, untuk mengusir setan dan roh jahat;
Dalam Injil, Yesus merekomendasikan murid murid-Nya agar menjadi "garam dunia", yang bermaksud agar menjadi kekuatan yang mampu menjaga manusia dari kerusakan dosa.
Selain garam dunia, ada lebih 30 referensi garam dalam Alkitab.
Garam pada zaman kuno, tidak dapat dipisahkan dari mitologi dan agama. Di beberapa negara dalam kawasan Timur tengah, hingga Eropa, garam memiliki nilai "suci" tersendiri.
Menjatuhkan garam, bagi mereka itu pertanda sial.
Pada perjamuan terakhir Yesus dan murid-murid Nya, dalam kisah lain diceritakan, Yudas menjatuhkan banyak garam di atas meja perjamuan; Pada akhirnya Yudas ini lah yang menyerahkan Yesus untuk disalibkan, dan ia sendiri mati gantung diri setelahnya.
Migrasi dan perang
Jauh sebelum adanya minyak bumi, garam telah memainkan peran kunci sebagai komoditi perdagangan termahal dan portabel sepanjang sejarah. Hal ini lah yang nantinya memicu terjadinya migrasi dan perang.
Karena menjadi satu satunya komoditas perdagangan bernilai tinggi dan langka, garam menjadi primadona perekonomian dunia.
Orang orang mulai menjelajah mengejar keberadaan garam, di mana kemudian di antara beberapa penjelajah ini menemukan benua baru, dan tempat hunian baru.
Banyak kota di kawasan Timur tengah, Eropa, dan Amerika yang diyakini sebelumnya adalah tempat penambangan dan pembuatan garam.
Eksplorasi orang orang Eropa di Amerika tidak terlepas dari peran penting garam. Para nelayan Prancis dan Inggris merupakan penduduk Eropa pertama di Amerika setelah Viking 50 tahun sebelumnya.
Jauh sebelum manusia berperang memperebutkan minyak, garam sudah lebih dahulu menjadi faktor kunci pemicu peperangan, maupun kepentingan selama perang.
Peneliti MR Bloch meyakini bahwa perang pertama disinyalir terjadi di dekat kota Essalt Yordania, dan kemungkinan dipicu oleh kebutuhan garam di kota yang semakin meningkat.
Ribuan pasukan Napoleon tewas selama Prancis mundur dari Moskow karena luka yang tidak kunjung sembuh karena daya tahan tubuh terhadap penyakit menurun akibat kekurangan garam. Dan banyak lagi konflik yang ditimbulkan garam dalam catatan sejarah.
Secara ringkasnya, substansi butiran putih yang kita kenal saat ini sebagai garam, selain sebagai penyedap rasa makanan, garam begitu sangat penting untuk kehidupan universal, lebih khusus lagi terkait peran garam dalam menentukan arah peradaban manusia.
Sumber referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini