Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

31 Mei 2016

Metode Berdoa Yang Efisien dan Efektif


Istilah berdoa selalu merujuk kepada kegiatan rohaniah, dalam artian untuk semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, meski pun  dalam praktiknya memiliki tujuan yang bervariasi.

Berdoa bagi orang Kristen merupakan napas hidup setiap orang percaya. Namun di zaman modern sekarang, kebanyakan orang Kristen tidak tahu cara-cara berdoa yang benar, atau dengan kata lain, keliru mengartikan makna inti doa itu sendiri. Hasilnya, jawaban doa mereka seperti usaha menjaring angin.

Nah, untuk  doa yang bermakna, kamu harus belajar cara cara berdoa yang benar, seperti beberapa metode  berikut ini  yang patut kamu coba:

  •   Waktu,  Tempat,  Dan Tujuan  
Waktu yang tepat untuk Berdoa
Seperti apa-pun cara kamu berdoa, bisa jadi akan sulit meluangkan waktu untuk berdoa jika kamu sedang sibuk.
Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan menjadikan doa sebagai bagian dari jadwal harian kamu.  Misalnya berdoa segera setelah kamu bangun pagi, malam sebelum tidur, atau setiap kali  sebelum atau sesudah makan.
Tidak ada waktu yang tidak baik untuk berdoa.

Banyak orang berdoa saat berada dalam kondisi emosional, misalnya saat mereka merasa sedih, ketakutan, atau gembira. 
Kamu dipersilakan  untuk berdoa kapan pun, dan sebanyak apa pun yang kamu anggap cukup untuk kehidupan iman kamu.
Berdoalah saat kamu merasakan suatu keharusan untuk melakukannya.

Temukan tempat yang nyaman untuk Berdoa.
Memang kita dapat berdoa kapan saja, di mana saja, dan dengan cara apa saja. Tetapi demi suasana ketenangan hati sangat dibutuhkan ketika kita ingin terhubung dengan Sang Pencipta tentunya.
Sehingga mencari tempat yang tenang agar kita dapat merasa damai dan terhubung dengan Tuhan, merupakan bentuk doa yang baik. 

Oleh karena itu, apakah itu di sebuah padang terbuka atau bersama sekumpulan jemaat yang sedang khusyuk, itu akan sangat mendukung sebagai "tempat menyembah" yang paling sesuai bagi kamu.

Maksud dan Tujuan  kamu Berdoa 
Biasanya doa mengiringi sebuah maksud yang menandakan tujuan dari doa itu.  Kebanyakan orang Kristen "memanfaatkan" doa pada saat-saat mereka dalam kesusahan, ditimpa bencana, dan diterpa sakit penyakit dll. Namun ketika dalam hari-hari mujur, doa terlupakan oleh kesenangan, tawa dan pesta.

Banyak orang keliru dengan menilai doa itu hanya semata-mata tata cara untuk "meminta" sesuatu kepada Tuhan.  Padahal sebenarnya doa tidak harus selalu berisi permohonan, pertanyaan atau ucapan syukur; doa harus bersifat menghargai dan menghormati. 
Doa dapat berupa percakapan, tetapi tidak selalu harus seperti itu.

Sebagian agama menikmati doa sebagai kesempatan untuk bermeditasi secara intelektual.  Selain itu, doa tidak harus selalu tentang kepentingan-mu, kebutuhan-mu, dan hal hal lain  mengenai diri kamu sendiri.

Berdoa tidak harus berada dalam kondisi khusyuk
Doa hadir dalam berbagai bentuk lain seperti nyanyian dan tarian sudah lama menjadi bentuk doa.
Kegiatan apapun yang mendekatkan kita  dengan Tuhan, juga termasuk sebagai aktivitas berdoa.
Jika kepuasan dalam pekerjaan  dapat membawa kamu ke sana, itu hebat.
Andai aktivitas doa yang kamu sukai adalah meringkuk di tempat tidur, itu juga baik.

Kamu dapat saja berteriak se-kencang-kencangnya  dan bekerja sekuat tenaga di kantor, di ladang, atau di sawah untuk membuat kamu merasa lebih menghargai hidup, kagum akan berkat Nya, atau  bersyukur atas segala sesuatu yang kamu miliki merupakan bentuk doa yang luar biasa.

  •   Kegiatan Berdoa
Posisi berdoa.
Setiap orang memiliki bermacam-macam posisi saat berdoa, semisal berdiri, duduk, berlutut, telentang, melipat tangan,  mengangkat tangan, bergandengan tangan dengan orang lain, menundukkan kepala, dan bentuk ekspresi lainnya.

Beberapa orang bahkan berdoa dengan mata terbuka, sementara yang lain menutup matanya.
Posisi berdoa tergantung pada keyakinan setiap orang.
Kadang beberapa orang merasa doa lebih terasa lengkap dengan mengekspresikan  pikiran mereka  dalam gerak fisik.

Persiapan sebelum berdoa.
Sesuai dengan kepercayaan Kristen, suasana dalam berdoa sangatlah penting, karena ini akan membantu mengarahkan pikiran kita untuk berdoa.
Lakukan apa yang kamu harus lakukan dan membuat kamu nyaman dalam berdoa.

Persiapan yang dilakukan orang sebelum berdoa di antaranya adalah mengosongkan pikiran dari berbagai macam hal yang mungkin membuat konsentrasi doa itu terganggu. Adakalanya hal ini butuh beberapa menit sebelum doa di mulai.

Berdoa lah.
Kita dapat mengawali doa dengan memanggil nama Tuhan, kemudian mengucap syukur dan terima kasih untuk waktu dan kesempatan hidup yang kita dapatkan.
Ini akan membuat   kamu dengan leluasa berkomunikasi dengan-Nya.

Tidak ada cara yang salah untuk melakukan doa. Jika sebuah doa hafalan  sudah dapat menyampaikan maksud kamu kepada-Nya, tidak perlu repot  merangkai kata-kata sendiri           andai kamu kesulitan dalam hal ini.
Namun jika ada pergumulan khusus yang hendak kamu sampaikan pada-Nya, seperti pemikiran, pertanyaan, atau kerisauan hati, maka dialog informal akan lebih dapat menyampaikan isi hati kamu.

Curahkan lah isi hati kamu
Kamu dapat meminta jawaban atas sebuah persoalan, mencari penguatan, mendoakan orang lain, atau mengucap syukur.
Mungkin bentuk doa yang paling sederhana adalah meminta bimbingan Nya untuk dapat menjadi manusia yang lebih baik.
Memohon pada Nya untuk pengampunan dosa, dan memohon jawaban doa.

Tidak ada yang mengharuskan seberapa banyak kata kata yang diperlukan dalam  berdoa.
Tuhan tentu akan menghargai setiap doa kamu, meskipun hanya singkat seperti "Terima kasih, Tuhan!". Karena Tuhan Maha tahu.! Apa pun yang kamu pikirkan di hati, Tuhan bahkan sudah mengetahuinya. 

Akhir dari doa kamu.
Kamu sendirilah yang tahu kapan doa kamu sudah lengkap. Dan,  apabila kamu yakin akan jawaban dari doa dan permohonan kamu, ucapkan lah "Amin" sebagai penutup doa itu.  
Beranjaklah dari tempat doa kamu, sambil masih merefleksikan diri, dan pergilah menjalani hari kamu dengan damai dan sukacita yang lebih dari sebelumnya.

 Amin 

Note;
Berdoalah setiap hari, demi kesehatan jasmani dan rohani kamu, tidak hanya pada saat-saat kamu mengalami masalah atau membutuhkan sesuatu.

Berdoa hanya pada saat kamu membutuhkan sesuatu justru mengaburkan tujuan awal dari doa itu sendiri.

Selalu bersyukur terhadap apapun jawaban doa kamu. Lagi pula kamu berdoa didasarkan pada iman bahwa doa kamu pasti akan didengarkan, sehingga banyak-banyaklah mengucap syukur pada Sang Pemberi hidup.

Berdoalah dengan iman dan pengharapan bahwa apa pun yang kamu harapkan telah terjadi. Karena kunci dari doa adalah iman.

Jangan lupa untuk mencari berkat   melalui perbuatan kamu; berupa menyenangkan orang lain melalui sikap hidup yang baik.

Salah satu cara berdoa di setiap waktu adalah dengan memuliakan Tuhan melalui pekerjaan kamu, keberadaan kamu, kehidupan kamu, dan selalu bersikap penuh rasa syukur, serta menjadi berkat bagi orang lain.

Bukan menjadi masalah kamu berdoa kapan atau di mana, atau bagaimana posisi berdoa.
Tetapi apa yang lebih penting dari doa adalah untuk siapa dan bagaimana kamu berdoa.

Tidak ada cara yang betul-betul benar untuk berdoa, dan kamu  jangan pernah merasa terpaksa untuk berdoa dengan cara yang kurang nyaman.

Berdoa bukan berarti masalah kamu akan selesai dengan segera! 
Kadang memang ada doa yang langsung nyata ter-kabul, tetapi seringkali jawaban doa begitu lembutnya, dan tidak langsung terlihat.

Kontrol kata kata dan tingkah laku kamu.  Ini merupakan kunci untuk setiap doa yang berkenan dan menyenangkan hati Tuhan.

Kamu tidak sepatutnya memperalat doa; artinya jangan berdoa lalu berbuat hal hal yang tidak relevan dengan nilai nilai iman, lalu berharap doa kamu akan dapat menutupnya.
Doa bukanlah penebus dosa atau penutup kejahatan!

Source:  Wikihow

                
 ©2016 Elangmutis.com
 

     

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages