![]() |
| Foto ilustrasi |
Setiap akhir cerita pada suatu hubungan asmara, tentu menyisakan rasa kecewa dan sakit hati yang mendalam.
Walau begitu, amarah dan kebencian mungkin hanya berlangsung sementara pada detik-detik setelah hubungan tersebut berakhir. Karena ingatan kita tentang hari-hari indah yang pernah dilalui bersama, tidak akan mudah begitu saja terlupakan.
Walau begitu, amarah dan kebencian mungkin hanya berlangsung sementara pada detik-detik setelah hubungan tersebut berakhir. Karena ingatan kita tentang hari-hari indah yang pernah dilalui bersama, tidak akan mudah begitu saja terlupakan.
Begitu pula dengan rasa peduli kita terhadap mantan kekasih , yang sejatinya pernah menjadi bagian dari hati dan kehidupan kita.
Oleh sebab itu putusnya jalinan cinta dengan kekasih, bukan berarti rasa peduli
kita untuk mantan kekasih tersebut pun ikut mati. Karena di lain sisi,
pada dasarnya setiap orang itu terlahir sudah dilengkapi dengan rasa empati dalam sanubari-nya untuk orang lain.
Percaya atau tidak, saat mantan kamu berada dalam masalah atau menderita sakit, tentu kamu akan berupaya mencari cara untuk menengok atau sekadar menanyakan keadaannya melalui orang-orang terdekat nya.
Meskipun terkadang dalam situasi seperti ini, sebagian orang dengan alasan tertentu berusaha menyembunyikan keresahan hati mereka dengan berpura-pura cuek atau malas tahu di hadapan orang lain.
Padahal sebenarnya tidak ada salahnya kamu masih memiliki rasa peduli kepada mantan pacar, karena hal itu bisa menandakan bahwa kamu mampu bersikap Dewasa.
Berikut ini 4 hal sebab kita masih peduli dengan mantan pacar;- Kenangan
Masa lalu adalah sesuatu yang memang tidak bisa terhapus dengan cepat dalam ingatan seseorang. Entah manis atau pahit masa lalu itu, tetap saja akan terus membayang dalam benak seseorang dalam waktu yang lama dan bahkan bisa terbawa hingga akhir hidup.
Hal seperti itulah yang sering menjadi penyebab kita masih menyimpan rasa benci atau pun rasa sayang terhadap seseorang yang bersamanya kita menciptakan masa lalu itu.
Pada kenyataannya, kita bisa saja move on dari masa lalu yang pahit dan berupaya menguburnya dalam-dalam. Namun hal demikian tidak berlaku untuk kenangan indah yang kadang bisa membuat kita tersenyum sendiri mengingatnya.
Ingatan tentang momen momen indah bersama seseorang di masa lalu tersebut inilah, yang kemudian menciptakan reaksi peka dan rasa peduli kepada orang tersebut ketika dalam masalah, sekalipun kita tidak lagi sehaluan dan sudah memilih jalan hidup kita masing masing.
- Respek
Banyak orang berpendapat bahwa cinta saja tidak cukup dalam suatu hubungan kekasih kalau tanpa adanya rasa saling menghormati.
Hal itu dikarenakan Prinsip paling mendalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai.
Tidak mustahil jika kita akan selalu ada dalam genggaman hati mantan kekasih apabila kebutuhan yang satu ini terpenuhi selama menjalin hubungan.
Dengan demikian, mantan kekasih yang pernah kita junjung tinggi harga dirinya itu akan selalu berharap dan berdoa agar kalau bisa kita selalu baik-baik, sehat-sehat, dan juga bahagia dengan pilihan hidup yang kita jalani.
- Perhatian
Kesan yang paling berpengaruh selain pengertian dan kasih sayang dalam suatu hubungan cinta adalah perhatian.
Pengaruh hal tersebut bukan saja hanya berlaku pada saat saat hubungan itu masih berlangsung, akan tetapi akan terus terasa pada saat kedua hati sudah tidak lagi terhubung.
Kelebihan Perhatian adalah mempunyai jangkauan yang tak terbatas, sehingga kita bisa leluasa menerapkan hal tersebut dalam berbagai macam status hubungan. Apa lagi terhadap mantan, orang yang pernah dengan tulus rela mengorbankan apa saja demi untuk memberi perhatiannya untuk kita.
Perhatian itu memang tidak mungkin lagi dalam format yang sama saat kita sudah berstatus mantan, tetapi kadar kepedulian kita terhadapnya akan tetap dan tidak mungkin pudar begitu saja dalam waktu yang lama, selama kita masih mengingat namanya.
- Kita juga Manusia Biasa
Kedekatan emosional dengan seseorang akan membuat kita ikut merasakan apa saja yang orang tersebut rasakan.
Kepekaan tersebut wajar ada pada setiap manusia yang sehat jasmani dan rohani. Kedekatan emosional tersebut tercipta tanpa kita sadari pada saat-saat kita dan kekasih kita selalu bersama melewati waktu, dalam keadaan tertawa maupun sedih.
©2016 Elang Mutis

