Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

6 Desember 2016

ALKITAB: Di Antara Fakta Sejarah dan Bukti Penemuan Arkeologi


Wyattmuseum.com

Dalam beberapa abad terakhir, para ilmuwan menyatakan bahwa, tidak ada bukti untuk sebagian besar peristiwa dalam kisah Alkitab. 
Menurut mereka, kisah kisah dalam Alkitab  itu tidak lain adalah kumpulan legenda Ibrani. 
Opini  para ilmuwan ini, menurut saya,  secara langsung menantang keilahian dan kekuasaan Allah yang Maha tinggi.

Dan, Allah pun tidak tinggal diam; 
Tidak lama berselang,  sejumlah besar bukti muncul melalui temuan para arkeolog, seperti penemuan Bahtera Nabi Nuh dan penemuan roda kereta Firaun, yang membuktikan jika kisah kisah dalam Alkitab yang telah disebut-sebut sebagai fiktif tidak lah benar.
Nah, berikut ini akan saya uraikan sedikit dari dua penemuan menakjubkan yang tentunya menyegarkan iman percaya kita.

  • Penemuan Bangkai Bahtera Nabi Nuh 
Berawal dari kejahatan manusia yang semakin di luar kendali, sehingga Allah murka dan menyesal telah menciptakan manusia itu.
Kita dapat membayangkan betapa jahatnya manusia kala itu sehingga membuat Allah terpaksa membinasakan mereka tanpa belas kasihan.

Walau  Murka, Allah masih peduli dengan orang yang  baik hati, yang hidup tanpa cela di tengah tengah manusia yang hidup berlumuran dosa.

Adalah Nuh,  satu satunya manusia yang hidupnya menyenangkan hati Allah pada saat itu,  sehingga timbul lah niat Allah untuk menyelamatkan Nuh beserta keluarganya dan berpasang-pasang  binatang dan unggas,dan hewan melata lainnya. 
Dengan Belas Kasih Allah tersebut, manusia dan makhluk hidup lainnya diselamatkan dari Air Bah itu.

Bagi orang Kristen, cerita tentang Nabi Nuh dan Air Bah adalah bagian dari kisah masa kecil mereka pada saat masih sekolah minggu. 
Setelah beranjak dewasa, cerita tersebut kian terlupakan oleh berbagai pergumulan hidup mereka.

Oleh karena Air Bah itu cerita masa kanak kanak, maka tidak menutup kemungkinan kalau sebagian orang Kristen yang dibalik iman mereka, masih terselip anggapan bahwa cerita Air Bah tersebut tidak lebih dari dongeng masa kecil.

Namun siapa sangka, Allah dengan kebesaran Kuasa Nya  telah membuka mata dunia dengan menunjukkan kepada kita bukti jikakalau mukjizat  mukjizat Allah yang ditunjukkan kepada hamba hamba Nya  di  zaman dahulu adalah Benar adanya. 
Bukti itu adalah ditemukannya bangkai bahtera nabi Nuh di Turki pada beberapa waktu lalu.

Sebenarnya berita tentang penemuan Bangkai perahu nabi Nuh sudah lama tersiar ke publik, tetapi mungkin ada di antara kamu yang belum pernah tahu tentang penemuan menakjubkan ini.
Berikut ini ada beberapa fakta berupa foto-foto  penemuan Bahtera Nabi Nuh sejak pertama ditemukan sampai pada penelitian oleh para ahli.


Pada tahun 1949 militer angkatan udara Amerika Serikat memotret sebuah benda aneh di atas gunung Ararat Turki dari ketinggian 14.000 feet atau sekitar 4600 meter.(lihat objek pada gambar  yang ada lingkaran garis merah).



Setelah itu pada tahun 1960,  pada berita life magazine : Pesawat tentara nasional Turki melihat lagi benda aneh yang mirip perahu tersebut di puncak gunung Ararat dengan  panjang 500 kaki (150 meter) yang kemudiaan  mereka menduga kalau benda itu adalah bangkai perahu nabi Nuh (The Noah's Ark).


Bahtera Nabi Nuh dilihat dari dekat sebelum dibersihkan oleh para ahli Arkeolog.



Setelah dibersihkan, para ahli arkeolog melakukan pengukuran di atas perahu nabi Nuh.


Struktur Perahu menurut para Arkeolog.

Para ahli Arkeolog memperkirakan beginilah bentuk asli bahtera nabi Nuh yang kuno tapi canggih.

Di dalam Bahtera inilah Nuh beserta istri dan anak-anaknya diselamatkan dari Air Bah dan berpasang-pasang binatang ikut serta di dalam perahu ini.

Setelah puluhan tahun dilakukan penelitian baik pada perahu mau pun lingkungan sekitarnya, sekarang area di sekitar perahu nabi Nuh dibuka untuk umum dan dijadikan objek wisata oleh pemerintah Turki.




Setelah banjir besar itu reda dan perahu nabi Nuh mendarat di gunung Ararat ini, kehidupan baru di mulai.
Mereka yang selamat (Nuh dan anak-anaknya beserta istri-istri mereka) itu, kemudian menyebar, begitu pula binatang-binatang, dan biji-biji tanaman disemaikan kembali.
Karena dianggap melahirkan kehidupan baru setelah Adam, maka nabi Nuh diberi gelar Bapak manusia kedua ( The second Father of Human Being).


  • Penemuan Roda Kereta Firaun                     
Sering kita mendengar di Gereja atau bahkan membaca  salah satu kisah paling fenomenal dalam Alkitab mengenai Perbudakan bangsa Israel, hingga Keluarnya umat Israel dari tanah Mesir.
 
Kitab Keluaran dalam  Perjanjian Lama adalah  bagian Alkitab yang yang menceritakan secara detail tentang Nabi Musa dan Bani Israel dalam upaya melepaskan diri dari kekuasaan Raja Firaun, beserta mujizat-mujizat yang terjadi; baik semasa  di tanah Mesir, seperti ke-10 Tulah (baca;Keluaran 7:14 - pasal 11), dan di sepanjang perjalanan pulang ke Tanah Kanaan atau Tanah yang di janjikan Allah untuk umat Israel.
Peta Rute perjalanan Umat Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan


Dalam Alkitab juga di jelaskan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Umat Israel mendapat penjagaan spesial dari Allah pada saat itu, seperti Tiang Awan yang menaungi mereka dari panas matahari pada siang hari, dan Tiang api yang menghangatkan mereka pada malam hari. Serta  Roti dan Puyuh dari langit untuk mereka makan setiap hari.

Mujizat yang paling dahsyat adalah terbelah-nya laut Teberau yang sekarang di kenal dengan nama Laut Merah atau dalam bahasa inggris disebut Red Sea.

Gambar ilustrasi  Nabi Musa membelah  Laut merah
(Keluaran pasal 14)

 Mungkin tidak sedikit dari mereka yang tawar hati tidak percaya dan menganggap Mujizat-Mujizat ini tidak lebih dari sekadar dongeng belaka. 

Namun pada akhir tahun 1988 silam, seorang arkeolog bernama Ron Wyatt mengklaim bahwa ia telah menemukan beberapa bangkai roda kereta tempur kuno di dasar Laut Merah. 
Menurutnya, mungkin ini merupakan bangkai kereta tempur Firaun yang tenggelam di lautan tersebut saat di gunakan untuk mengejar Musa dan umat Israel.

Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai kereta tempur berkuda, Wyatt juga menemukan beberapa tulang manusia dan tulang kuda di tempat yang sama. 
Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa-sisa tulang belulang manusia dan kuda ini merupakan bagian dari kerangka bala tentara Firaun yang tenggelam di laut Merah. 

Dari hasil pengujian yang di lakukan di Stockhlom University mengemukakan bahwa, struktur dan kandungan tulang-tulang itu telah berusia sekitar 3500 tahun silam; Di mana menurut sejarah, kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun waktu yang sama.  

Sudah pasti Allah sengaja melindungi benda-benda ini untuk menunjukkannya kepada kita semua bahwa mujizat-mujizat yang dibuat Allah melalui  Nabi-Nabi Nya terdahulu benar-benar pernah terjadi dan bukan cerita karangan belaka.

Selain itu, di temukan juga roda kereta tempur dengan empat buah jeruji yang terbuat dari emas.  Diyakini bahwa itu adalah roda kereta kuda yang di tunggangi raja Firaun. 

Kesemua penemuan ini, kini tersimpan di museum sejarah salah satu negara di Eropa.




Dengan penemuan-penemuan arkeologi,  khususnya pada dua penemuan hebat ini, secara tegas menyanggah pendapat para saintis yang kebanyakan dari mereka mungkin saja ateis/agnostik.

Saya percaya bahwa  dengan membaca tulisan ini, secara langsung akan mempengaruhi cara pandang kamu terhadap mujizat-mujizat Allah yang terjadi di masa lampau, yang semuanya tertulis di dalam Alkitab.
   
Untuk mengetahui lebih banyak penemuan penemuan penting yang sangat erat kaitannya dengan isi Alkitab, kamu bisa mengunjungi situs web arkeolog terkenal Ron Wyatt @ http://www.wyattmuseum.com


 Source:
http://www.wyattmuseum.com


Ⓒ2016 Elangmutis.com

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages