Pada umumnya hanya ada 2 destinasi dari suatu Lamunan yaitu, kalau bukan membawa hati terbang mundur ke masa lalu, sudah pasti hati itu dibawa jauh meraba-raba sesuatu yang indah di depan sana.
Lamunan sering dipicu oleh jaringan modus bawaan, yaitu serangkaian jaringan otak yang akan aktif saat seseorang dalam kondisi tidak berpikir atau tidak melakukan sesuatu aktivitas/pekerjaan yang membutuhkan fokus tertentu.
Pada artikel ini, kita hanya akan membahas mengenai dampak baik dan buruk dari fenomena mengkhayal tersebut, yang memang pada kenyataannya kerap dialami oleh setiap orang.
Dampak Baik Menghayal
Sebenarnya Menghayal yang Sehat itu ada kaitannya dengan sesuatu yang disebut Kreatifitas.
Ada begitu banyak Gagasan tercipta, dan juga penemuan penemuan penting dari orang orang Pintar yang diperolehnya pada saat dalam kondisi diam.
Sebagai Penulis, saya terkadang bawa ini hati mengembara dalam Lamunan demi Lamunan, untuk mendapatkan topik, gagasan atau ide dan rangkaian tulisan yang baik dan bermanfaat.
Sebuah buku kecil sudah saya siapkan sebagai catatan hasil lamunan, yang kemudian dituangkan menjadi sebuah Tulisan.
Pada intinya, pengaruh positif menghayal pada Kreatifitas adalah memberikan kesempatan pada otak untuk "mengutak-atik" pikiran dan memori dengan tujuan menggali dan menemukan solusi dan penyelesaian masalah.
Perlu diketahui bahwa hal melamun sejenis ini harus terjadi dalam kondisi Natural atau Alami dan Rileks, tanpa dipaksakan atau direncanakan, dan atau pun disengaja.
Dampak Buruk Menghayal.
Menghayal mempunyai efek buruk jika tidak di-kontrol, diarahkan, dan ditujukan untuk hal-hal yang bernilai positif.
Selain itu, Melamun pada saat kondisi Hati tidak Sehat, seperti sedang Frustrasi, Stres, Cemas, Depresi, dan Putus asa, bisa membuat kita membayangkan dan memikirkan hal-hal Bodoh, yang berujung pada tindakan nekad dan hal-hal merugikan lainnya.
Masalah yang sering terjadi adalah ketika Menghayal menjadi "Tempat Pelarian" yang nyaman untuk menghindar dari masalah atau situasi hidup yang sulit.
Mereka yang kecanduan melamun, atau kebiasaan melamun yang sudah dibawa sejak usia anak dapat menyebabkan mereka tidak produktif karena cenderung menghabiskan Waktu dengan hanya "membangun mimpi" dalam khayalan-nya, hingga tanpa sadar Waktu sehari, sebulan, bahkan bertahun-tahun terlewatkan sia-sia.
Menghayal merupakan cara seseorang meredakan konflik yang sedang dialaminya. Namun apabila aktivitas menghayal itu sampai berlebihan, seperti setiap menit, jam, dan hari dilewati hanya dengan melamun, apa lagi melamun tersebut sampai menggantikan interaksi dengan orang2 sekitar, bisa dipastikan hal itu adalah tanda-tanda awal seseorang mengalami Gangguan mental atau jiwa.
Oleh sebab itu, sebaiknya Kontrol aktivitas menghayal kamu, agar tidak sampai "melompat pagar waktu". Dengan kata lain,
★Jangan terlalu sering bawa hati mengembara Jauh ke masa lalu, atau pun pergi jauh ke masa depan. ★ Jangan sampai waktu kamu dipergunakan sepenuhnya untuk melamun, apa lagi jika melamun tersebut mempengaruhi mental kamu sampai tidak seiring dengan situasi dan kondisi sekeliling kamu secara fisik dan emosi.
©2016
Elang Mutis
