Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

18 Februari 2017

5 Alasan Kata-Kata Romantis Tidak Kedengaran Lagi Ketika sudah menikah



Bukan lagi fenomena baru  ketika masa-masa pacaran, kata-kata romantis  hampir selalu ada di setiap dialog.
Kata kata romantis seperti sihir dalam sebuah hubungan cinta kasih.  Kata kata mesra serupa ini  dipercaya bisa membuat  siapa saja  ter-hipnotis dan  merasa seakan terbang melintasi pelangi.

Namun yang menjadi pertanyaan,  kenapa banyak pasangan kekasih yang sudah menikah, jarang sekali saling menyapa atau memperlakukan satu sama lain  dengan Romantis.
Nah, berikut ini akan saya coba uraikan beberapa Alasan  yang  dipastikan menjadi   biang kerok para pasangan suami-istri kehilangan sisi romantis mereka.

Gairah Yang Sudah Memudar
Terkadang, rasa cinta seseorang terhadap pasangan-nya yang dulu begitu membara,, berangsur-angsur  menjadi dingin dan memudar ketika di-benturkan dengan   kesibukan  pekerjaan, tuntutan nafkah, masalah keuangan,  mengurus anak-anak, dan berbagai macam problematika rumah tangga lainnya.

Cinta memang adakalanya memiliki sisi lucu:  Seseorang bisa saja pada masa masa pacaran memiliki kemahiran  dalam hal merangkai kata kata romantis setara pujangga, namun ketika  menjalani hubungan jangka panjang,  dia malah  kesulitan menjaga gairah cinta nya tetap stabil, hangat, dan romantis. Hal ini lazim terjadi apabila  situasi-situasi yang sudah saya sebutkan di atas mulai menggerogoti kehidupan  rumah tangga mereka.
Tidak mustahil jika kata kata romantis menjadi kata yang paling langka di dalam komunikasi mereka sehari-hari.

Tidak Lagi Seindah Dahulu.
Selain problematika dalam kehidupan rumah tangga,  kepribadian dan penampilan  juga menjadi penentu seseorang enggan mengajak pasangan saling bermesra mesraan.
Pada umumnya, perubahan bentuk tubuh akan mulai terlihat saat seseorang sudah menyandang status sebagai papa atau mama.  Selain itu, terkadang sifat asli seseorang baru akan wujud ketika sudah hidup bersama se-atap, sekamar dan se-ranjang.
 Mungkin dulu seseorang tergila gila dengan bentuk tubuh pasangannya yang mirip gitar Spanyol, penampilan atau dandanan nya bak bidadari,  macho dan atletis, penyayang, lemah lembut dan romantis, tetapi setelah menikah, dan dengan semakin bertambahnya usia, semuanya itu perlahan-lahan memudar.
Dengan demikian, tak jarang ungkapan ungkapan mesra, atau kata kata romantis yang dulu membuat pasangan seakan sementara berjalan-jalan di negeri dongeng tidak terdengar lagi.... kasihan sekali .😭

Bosan
Kebosanan merupakan pembunuh kemesraan nomor satu bagi suatu jalinan kasih. Tak terkecuali mereka yang sudah berstatus pasangan suami istri.

Ketika menjalani masa masa pacaran, kita mungkin hanya butuh waktu 1 atau 2 jam bersama lalu bubar, atau intinya hanya ketemu pada waktu-waktu tertentu. Namun lain halnya ketika menikah, yang tentunya hanya kematian yang bisa memisahkan.

"Terkadang cinta saja tidak cukup!"
Menikah atau mengambil komitmen untuk mengarungi kehidupan rumah tangga bukan pilihan  yang tepat untuk mereka yang belum benar-benar mempersiapkan mental psikologi mereka dengan matang.

Situasi yang sebelumnya manis,  otomatis akan cepat sekali berubah menjadi tawar di dalam kehidupan suatu rumah tangga,  apabila pasangan tersebut dipaksa rasa "takut kehilangan"  lantas tanpa pikir panjang membuat komitmen, sementara ia  melupakan fakta bahwa kehidupan rumah tangga bukan pilihan hidup satu-dua hari.

Pasangan jenis ini akan mudah sekali dihinggapi rasa bosan pada awal awal kehidupan rumah tangga mereka, sehingga jangankan untuk membelai jemari tangan pasangannya, untuk bilang sayang saja dia tidak akan sudi.

Canggung
Kita yang hidup di kawasan budaya ketimuran,  yang mana  sangat canggung untuk memamerkan kemesraan di hadapan umum seperti layaknya saudara-saudara kita  yang hidup zona budaya barat.


Adanya wanita atau pria idaman lain.
Poin terakhir ini kedengaran menakutkan.   Akan tetapi bukan berarti hal ini mustahil terjadi.
Banyak fakta yang membuktikan jika pasangan yang sudah memiliki pria atau wanita idaman lain, akan mulai berubah tingkah-nya terhadap pasangan sah  mereka.
Perselingkuhan bukan hanya membuat seseorang kehilangan sisi romantis nya, tetapi hal itu bisa mengubah perangai orang itu  menjadi beringas dan menyeramkan terhadap pasangannya sendiri.  
Sehingga jangankan untuk bilang sayang, nama pasangannya bisa saja diganti dengan nama-nama binatang peliharaan.

Sebab itu, agar kehidupan pernikahan kamu  senantiasa bergairah dan romantis, sebelum membuat komitmen, pikirkan matang matang  bahwa; kelak pasangan kamu akan menjadi ibu atau ayah yang gendut atau buncit, suka mengomel atau egois, dan kebiasaan kebiasaan buruk lain yang mungkin tidak pernah kamu lihat atau bayangkan sebelumnya.

Bagi para pasangan menikah yang sementara melalui masa krisis romantisme, saya berharap, artikel ini bisa membatu kamu me-renovasi kembali hubungan kamu menjadi hangat dan romantis lagi seperti sedia kala  masa masa pacaran.

©2017 Elangmutis.com

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages