Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

24 Februari 2017

Ulat Bulu, Katak, dan Ripung, Selera Unik Suku Iban, Sarawak


Referensi Pihak Ketiga (Kenyalang)
Selain seni budaya, setiap suku tentu memiliki keunikan dalam makanan khas. Terkadang ada saja jenis makanan tertentu dari suku lain yang terkesan  ekstrem,  dan bahkan  ada pula yang bisa saja membuat kita jijik dan ingin muntah ketika kita menyaksikan mereka mengkonsumsi sesuatu jenis hewan yang menurut kita seharusnya disingkirkan jauh jauh.   Namun, Lain Ladang, Lain Belalang. Lain Lubuk, Lain Ikan nya.

Ulat Bulu, Katak, dan Ripung merupakan makanan khas suku Iban Sarawak yang kalau di Timor bisa jadi,  kita dilempari  dengan batu apabila membawa Ripung, salah satu dari ketiga  jenis hewan ini masih dalam keadaan hidup.
Berikut ini, kamu bisa melihat Foto-foto Ulat Bulu, Katak, dan Ripung yang merupakan hasil jepretan saya sendiri, disertai dengan keterangan foto tentang nilai gizi yang terkandung pada ketiga jenis Lauk tersebut.

Ulat Bulu
 Pohon Sagu: (Foto, Elang Mutis)

Ulat bulu, atau kalau di Indonesia disebut  Ulat Sagu,  berasal dari pohon sagu yang sudah ditebang,  kemudiaan dibiarkan beberapa hari untuk membusuk bagian tengahnya. Di bagian tengah pohon sagu yang sudah dibiarkan membusuk inilah yang akan hidup si gendut putih ini,  yang rasanya gurih dan mengandung protein tinggi, lebih tinggi dari protein yang ada pada Telur, dan  juga kaya akan Lemak dan Mineral.










   Di Sarawak, Ulat Bulu ini dijual dengan harga yang mahal , lihat gambar di bawah ini 👇.

Tindoh RM10 (1 Tumpuk 10 Ringgit Malaysia), Kalau dalam mata uang Rupiah 31.000.
Ulat Bulu














 Katak.


Foto Sup Katak










 Entah ada atau tidak suku-suku di Indonesia yang mengkonsumsi jenis hewan yang satu ini.  Namun yang pasti di Sarawak  khususnya suku Iban,   katak termasuk salah satu menu makanan paling favorit, selain Ulat Bulu dan Ripung.
Katak atau Pa'ma dalam bahasa Iban,  sangat sedap jika di-masak sup (Lihat gambar).
Selain itu, Pa'ma ini dijual dengan harga 30 Ringgit/kilogram, yang kalau dirupiahkan bisa mencapai Rp90.000 lebih.  Tentu orang Kupang geleng-geleng kepala kalau jenis hewan yang menurut mereka "menjijikkan" ini se-mahal itu.
Katak memiliki kandungan protein yang tinggi, dan dipercaya mampu menyembuhkan banyak penyakit, seperti menghambat pertumbuhan kanker salah satunya.  Namun jika di-konsumsi berlebihan akan mengganggu metabolisme tubuh, karena bisa menyebabkan gejala sirosis hati. 


Ripung.

  Geli, itu mungkin reaksi pertama kamu ketika melihat hewan yang satu ini. Namun tahukah kamu kalau di Sarawak, hewan melata tersebut teramat digemari oleh orang-orang suku Iban, termasuk para Tenaga Kerja Indonesia pada khususnya yang berasal dari Timor.
Ular Ripung biasanya dijumpai di ladang sawit yang masih baru, dan dengan kondisi tanah yang lembap, karena pada umumnya kalau pada saat tidak mencari makanan, Ripung ini akan tidur di dalam lubang tanah.

Selain Lezat menurut kami yang sudah pernah mencicipinya, Ripung juga memiliki khasiat yang sangat bermanfaat khususnya untuk penyakit-penyakit yang ada hubungannya dengan kejantanan pria.


Demikian sedikit cerita tentang kehidupan dan kultur suku Iban Sarawak  yang memang unik. Tidak ada salahnya  jika timbul rasa aneh dan jijik ketika melihat suku lain menjadikan  hewan atau tumbuhan tertentu menjadi menu makan mereka,  Karena pada kenyataannya,  suku lain pun mungkin merasakan reaksi yang sama ketika  melihat hewan atau tumbuhan yang mungkin mereka tidak sukai menjadi menu makan kita.

          

© 2017 Elang Mutis


Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages