Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

10 Maret 2019

Menikahi Teman Sendiri, Pilihan Tepat Untuk Rumah Tangga Yang Awet dan Harmonis


Foto by Pinterest
"Tidak ada yang lebih menakjubkan daripada ketika menemukan persahabatan dan cinta dalam diri satu orang"

Menikah merupakan salah satu impian terbesar dari sekian banyak  future plan  kawula muda pada umumnya .
Meski demikian, ironi kehidupan  adakalanya  merubah arah ekspektasi kita sehingga tak selalu  berbanding lurus dengan realitas.
Sebagian  beruntung, menikah sesuai, atau bahkan lebih cepat dari target impiannya.  Sebagian lainnya malah menunggu bertahun tahun sampai terkadang melampaui batas usia senja.

Menikah lambat atau cepat, tidak menjadi masalah. Karena yang terpenting dari hal menikah adalah seberapa bertahan kamu dalam mengarungi bahtera rumah tangga tersebut.
Menikah merupakan  pintu masuk dari suatu babak baru dalam hidup.  Maka, dibutuhkan persiapan mental dan planning yang betul betul matang. Tak terkecuali seseorang yang padanya kamu jatuhkan pilihan sebagai pendamping hidup yang nantinya bisa menjadi teman dalam keadaan lapar atau kenyang, sakit atau sehat, menangis dan tertawa, melarat atau makmur, dan dalam berbagai dinamika kehidupan lainnya.
Logis jika kamu berjuang mati matian mencari yang terbaik. Sebab, kamu bukan hanya memilih orang yang akan bersamamu menghabiskan sisa hidup, namun juga orang yang akan merawat, menyayangi, dan membangun sebuah keluarga bersamamu.

Semua orang tentu menginginkan pernikahan yang langgeng, setidaknya sampai maut memisahkan tentunya.  Akan tetapi tidak sedikit  rumah tangga yang justru gagal dan  kandas di tengah jalan.
Umumnya, hanya sedikit dari mereka yang gagal tersebut disebabkan oleh persiapan mental dan perencanaan yang kurang matang. Selebihnya dikarenakan kesalahan saat memilih pasangan hidup.

Banyak orang yang keliru atau bahkan salah menentukan pilihan pasangan hidup didasari oleh beragam alasan. Ada yang buru buru menikah hanya karena dikejar kejar usia. Ada yang kepincut menikah disebabkan sudah terlanjur  dibutakan cinta tanpa berdasar. Sementara yang lainnya kebut menikah hanya karena takut pasangannya yang rupawan atau berlimpah materi itu ditikung orang lain.
Sayangnya, karena alasan  alasan semu itu, mereka tidak sempat melihat latar belakang, karakter, jiwa, kekurangan, serta keburukan terburuk pasangannya.

Karena itu, agar tidak sampai salah memilih yang konsekuensinya menanggung penyesalan seumur hidup,ada baiknya menikahi teman  sendiri.
Mungkin ide ini sedikit terdengar aneh bagi sebagian orang.  Memang, memulai transisi dari zona  teman  memasuki zona asmara  tentu mendebarkan, canggung dan terasa asing  pada awalnya. Namun lambat laun rasa kaku itu akan berangsur angsur hilang dan kualitas  hubungan kamu semakin bertambah hebat.

Menikah dengan teman terbaik sendiri adalah pilihan terbaik dan sangat menguntungkan. Beberapa sisi baik dari menikahi teman sendiri bisa sangat membantu rumah tangga kamu terhindar dari konflik berkepanjangan.
Faktanya adalah bahwa ___sahabat kamu yang paling memahami  kebiasaan baik burukmu, sehingga kamu bisa menjadi diri sendiri dan  tidak perlu bersusah payah merubah sikap untuk beradaptasi dengan orang baru. 
Menikahi teman sendiri, bisa jadi semakin kecil kemungkinan  terjadi pertengkaran menyangkut masa lalu.  Karena sahabat mengenal pasti kamu lebih dari siapa pun. Dia yang paling tahu kisah hubungan kamu di masa lalu, begitu pula sebaliknya. Dan masih banyak lagi  keuntungan lain apabila kamu menikahi teman sendiri.
Rumah tangga yang awet  dan harmonis, tidak dapat didefinisikan dari seberapa banyak materi yang kita punya, atau pun komitmen awal yang berapi api dari kedua belah pihak.
Banyak fakta yang membuktikan jikalau materi dan komitmen tidak dapat menyelamatkan beberapa rumah tangga dari perceraian. Bisa jadi ketidakcocokkan  dalam berkomunikasi adalah salah satu penyebabnya.
Jadi, menghabiskan sisa hidup bersama orang yang telah melihat kamu dalam kondisi terbaik dan terburuk, serta mengenal kamu luar dalam merupakan pilihan yang sangat tepat.

 Just believe it.!

©Elang Mutis 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar di sini

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages