Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

12 Juli 2019

Mengajari Anak Berdoa, Salah Satu Disiplin Spiritual Dari Orang Tua Cerdas


Pentingnya mengajari anak berdoa dikarenakan kebiasaan berdoa yang bertahan seumur hidup paling sering terbentuk pada masa kanak kanak. Tetapi banyak orang tua yang malah lalai dan membiarkan anak anak mereka bertumbuh tanpa didikan spiritual yang memadai, salah satunya yakni kebiasaan berdoa.

Saya tercetus ide untuk menulis artikel ini lantaran banyak orang orang dewasa yang mengaku beragama tapi tidak bisa berdoa sama sekali. Pada umumnya mereka merasa doa tidaklah begitu penting, atau bahkan tidak membawa dampak apa apa dalam hidup keseharian mereka. Sementara yang lain terkadang timbul niat untuk berdoa, tetapi tidak tahu bagaimana harus berdoa.

Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor faktor seperti;
  1. Tidak bisa karena tidak terbiasa berdoa
  2. Tidak mengerti arti dan tujuan berdoa
  3. Kecewa karena tidak bersabar menunggu jawaban doanya, lantas berhenti berdoa.
  4. Kegagalan orang tua menjadi ayah dan ibu doa. 
Faktor faktor di atas, terutama poin ke-4 paling sangat berpengaruh terhadap kehidupan spiritual seorang anak. Hal ini dikarenakan,  lebih mudah bagi anak anak meniru apa saja yang dilakukan orang orang di sekitarnya daripada hanya sekadar mendengar arahan, entah itu dari guru mau pun dari  orang tua itu sendiri.
Kegagalan orang tua menjadi ayah dan ibu doa, merupakan akar masalah dari faktor faktor penyebab lain, yang tentunya berdampak buruk  bagi kehidupan doa seseorang seumur hidupnya.

Pada kasus lain, beberapa orang tidak bisa berdoa sementara orang tua dari orang orang tersebut  sudah semenjak awal menjadi ayah dan ibu doa yang baik.
Penyebabnya, mungkin saja para orang tua ini selalu memperdengarkan kata kata doa (pergumulan hidup seputar persoalan orang tua),  yang memang sulit dipahami  anak anak.
Jika demikian, pada akhirnya anak anak akan merasa doa hanya sebagai suatu rutinitas yang membosankan.

Jadi, orang tua sepatutnya menyediakan waktu khusus,  untuk mengajari anak berdoa sesuai jangkauan pemahaman anak itu.  Misalkan sebelum/sesudah makan, atau sebelum dan setelah bangun tidur.

Selain mengajari mereka cara berdoa, berikan arahan kepada anak, mengapa, bagaimana, dan kapan kita harus berdoa; kepada Siapa doa doa kita ditujukan;  memahami waktu Tuhan, dan  bagaimana menyikapi doa yang mungkin begitu lambat terjawab.

Sebagai pesan penutup, saya ingin memberikan suatu  pemahaman doa yang paling sederhana, yang dapat dijadikan referensi doa bagi anak anak kamu;
  • Bahwa doa itu sebenarnya tidak perlu diartikan sebagai sesuatu yang rumit. 
  • Doa itu, tidak semestinya kita datang dengan suatu "daftar panjang permintaan".
  • Doa juga tidak mengharuskan kita menggunakan kata kata puitis dan sebagainya.
  • Waktu kita, bukan waktu Tuhan, rencana kita bukan rencana Tuhan. Artinya, teruslah berdoa meski pun terkadang jawaban doa itu terasa begitu lembut.
  • Kehidupan yang bermakna, tangguh,  berkemenangan, dan penuh syukur adalah kehidupan yang paling sering didoakan.
  • Doa adalah oksigen untuk jiwa. Dalam keadaan apapun, jangan pernah berhenti berdoa.
  • Bukti kehidupan doa seseorang yang dapat dirasakan orang orang di sekitarnya adalah perilaku positif, baik, dan penuh kasih.
©2019Elang Mutis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar di sini

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages