| Gubuk cinta gadis suku Kreung, Kamboja |
Selama berabad abad, seksualitas sudah menjadi subjek rasa penasaran, kebutuhan, minat, ketakutan, dan misteri.
Hal inilah yang kemudian melahirkan begitu banyak tradisi dengan keunikan tata cara, aturan, serta edukasi seksualitas terkait hubungan pria dan wanita remaja dalam tahapan tahapan menuju tingkat kedewasaan.
Meski banyak dari tradisi tradisi tersebut yang sudah ter-eliminasi zaman, namun ada beberapa tradisi yang masih bertahan melewati arus waktu, yang semakin hari kian terjepit modernisasi dan teknologi informasi.
8 tradisi seksualitas primitif yang akan saya paparkan berikut ini, mungkin saja membuat kamu merasa aneh, atau bisa menimbulkan perasaan jijik, dll. Tetapi percaya saja, mereka pun pasti akan merasakan hal yang sama ketika melihat tradisi valentine atau pun budaya pacaran kamu, yang mungkin saja menurut mereka, hal hal itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak normal, aneh dan memalukan.
1. Gubuk cinta gadis suku Kreung, Kamboja
Di Kamboja, khususnya suku Kreung, memiliki tradisi yang jika di Indonesia bisa menimbulkan kekacauan: gubuk cinta.
Ketika seorang anak gadis suku Kreung memasuki usia remaja, antara 13-15 tahun, ayah sang gadis akan membuatkan pondok bambu tersendiri yang terpisah jauh dari rumah dan keluarga.
Tujuannya adalah agar anak gadis itu bebas bersosialisasi dan mencoba membangun hubungan pribadi dengan pria mana saja yang ia sukai tanpa campur tangan siapa pun.
Tujuannya adalah agar anak gadis itu bebas bersosialisasi dan mencoba membangun hubungan pribadi dengan pria mana saja yang ia sukai tanpa campur tangan siapa pun.
Di gubuk ini, akan disinggahi pria yang berbeda beda setiap malam, sampai si gadis menemukan atau merasa cocok dengan seorang pria sebagai pendamping hidupnya. Artinya, selama seorang gadis belum menemukan pria pilihannya, maka tentunya gubuk cinta ini masih akan terus "hangat" setiap datang malam.
Lazimnya, orang orang suku Kreung percaya bahwa praktik kuno adalah cara terbaik bagi anak anak gadis untuk menemukan calon suami mereka.
2. Tradisi minum Air Mani remaja laki laki suku Sambia - Papua, New Guinea
Salah satu persyaratan untuk menjadi pria dewasa di suku Sambia: Setiap anak laki-laki akan diasingkan dari jangkauan semua perempuan pada usia tujuh tahun, dan tinggal bersama laki-laki lain selama sepuluh tahun.
Selama sepuluh tahun itu, kulit ditusuk tusuk untuk menghilangkan bekas sentuhan wanita.
Selama sepuluh tahun itu, kulit ditusuk tusuk untuk menghilangkan bekas sentuhan wanita.
Selain itu, mereka diminta untuk menelan semen (air mani) dari laki laki yang lebih tua, yang menurut mereka, air mani tersebut dianggap sebagai nutrisi untuk pertumbuhan dan kekuatan.
3. Tradisi seks di bawah umur Kepulauan Trobriand- Papua, New Guinea
Masih dari Papua, New Guinea.
Penduduk di kepulauan terpencil di Papua New Guinea ini, anak-anak mulai berhubungan seks pada usia yang sangat muda, yakni umur 6-8 tahun untuk perempuan, dan umur 10-12 tahun untuk laki laki, dan hal itu tidak melanggar norma sosial apa pun.
4. Ritual voodoo di Air Terjun Saut D'Eau-Haiti
Air terjun Saut D'Eau di Haiti setiap bulan Juli selalu diadakan suatu upacara aneh nan cabul untuk menyembah dewi cinta yang disebut ritual voodoo.
Semua orang yang mengikuti ritual di air terjun ini akan bertelanjang bulat sambil memutar dan menggeliat-geliat di lumpur bercampur darah dan kepala kepala hewan yang dikorbankan. Bahkan orang orang bebas berhubungan seks di depan umum, tanpa malu malu. Benar benar konyol!
5. Poliandri Bersaudara Orang Himalaya, Nepal
Tradisi di mana kakak beradik berbagi satu orang istri. Kalau di Indonesia, saya pastikan bisa terjadi perang saudara!
Tradisi tersebut mungkin saja konsekuensi dari sempitnya lahan pertanian di kawasan Himalaya, sehingga apabila dalam satu keluarga memiliki lebih banyak anak laki laki, maka tidak akan dipusingkan dengan pembagian tanah pada saat mereka ingin menikah dan memulai keluarga masing masing.
Ketika ada problematika dalam keluarga, misalkan ada orang tua yang hanya punya satu bidang tanah, sementara anak lelakinya lebih dari satu, katakanlah 5 atau 6, maka solusinya: carikan 5 atau 6 anak laki laki tersebut seorang istri, dan masalah selesai.
Dalam tradisi tersebut, tata-caranya bisa berjalan mulus apabila si istri ini terampil dalam membagi "jadwal" malam.
6. Tradisi Saling mencuri istri Suku Wodaabe -Nigeria
Di suku Wodaabe di Nigeria Afrika Barat, ada tradisi pria saling mencuri istri. Pernikahan pertama Wodaabe diatur oleh orang tua mereka pada masa bayi dan harus antara sepupu dari garis keturunan yang sama.
Namun, di Festival Gerewol tahunan, pria Wodaabe mengenakan riasan dan kostum yang aneh serta menari untuk mengesankan para wanita -dan berharap dapat mencuri istri baru.
Namun, di Festival Gerewol tahunan, pria Wodaabe mengenakan riasan dan kostum yang aneh serta menari untuk mengesankan para wanita -dan berharap dapat mencuri istri baru.
Jika seorang pria dapat mencuri tanpa terdeteksi (terutama dari suami saat ini yang mungkin saja tidak ingin berpisah dengan istrinya), maka mereka menjadi diakui secara sosial.
Pernikahan berikutnya ( dengan bini hasil curian) ini disebut pernikahan yang sah, dan atas dasar cinta.
Pernikahan berikutnya ( dengan bini hasil curian) ini disebut pernikahan yang sah, dan atas dasar cinta.
6. Tradisi pernikahan sementara Iran modern
Kita semua tahu bahwa hukum hukum Muslim adalah yang paling ketat mengenai hubungan seksual, khususnya hubungan antara pria dan wanita.
Namun, di negara-negara Muslim tertentu, seperti Iran, pasangan muda yang ingin berhubungan seks sebelum mereka siap menikah dapat mengajukan permohonan "pernikahan sementara".
Mereka diizinkan untuk membayar upacara pendek, dengan kontrak tertulis yang mana di dalam kontrak tersebut sudah disertakan jumlah waktu kapan masa kontrak ini akan berakhir.
Setelah semua persyaratan dipenuhi, maka mereka dapat bebas berhubungan seks seperti kelinci tanpa bertentangan dengan hukum Islam.
Mereka diizinkan untuk membayar upacara pendek, dengan kontrak tertulis yang mana di dalam kontrak tersebut sudah disertakan jumlah waktu kapan masa kontrak ini akan berakhir.
Setelah semua persyaratan dipenuhi, maka mereka dapat bebas berhubungan seks seperti kelinci tanpa bertentangan dengan hukum Islam.
8. Kursus seks bagi pria muda Suku Mangaia.
Di Mangaia, sebuah pulau di Pasifik Selatan, orang orang dimotivasi untuk memiliki banyak pasangan seksual sebelum mereka menikah. Saya merasa bahwa ini sesuatu yang masuk akal bagi orang modern.
Yang tidak logis di sini adalah bahwa wanita yang lebih tua ditugaskan untuk memberikan latihan seks bagi anak laki-laki, sehingga mereka dapat belajar tentang hubungan seks dan bagaimana cara menyenangkan pasangan mereka.
Begitulah 8 tradisi seksualitas paling unik di dunia yang saya kutip dari berbagai sumber.
Sebenarnya masih banyak lagi daerah daerah lain yang memiliki keunikan tradisi serupa. Tetapi karena keterbatasan waktu, akan saya tambahkan lagi pada kesempatan lain.
Begitulah 8 tradisi seksualitas paling unik di dunia yang saya kutip dari berbagai sumber.
Sebenarnya masih banyak lagi daerah daerah lain yang memiliki keunikan tradisi serupa. Tetapi karena keterbatasan waktu, akan saya tambahkan lagi pada kesempatan lain.
©2019 Jurnal Beta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini