Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

22 November 2019

Ingin Bahagia, Hindari Memilih Pasangan Yang Memiliki Background Keluarga Kasar.

Foto: theguardian.com

Keluarga atau orang tua adalah yang paling pertama memperkenalkan dunia kepada kita semenjak lahir hingga  bertumbuh dewasa.
Begitu juga gaya hidup keluarga kita akan turut  mempengaruhi cara pandang kita terhadap dunia. 
Keluarga merupakan kreator utama dalam membentuk karakteristik seorang manusia. Tak terkecuali mereka yang hidup di tengah tengah keluarga "diktator"  yang cenderung  kasar. 

Pada waktu lalu saya pernah menulis tentang 6 Kebiasaan Salah Orang Timor Pedalaman Dalam Mendidik Anak, dan terdapat beberapa poin  diantaranya yang sangat berkaitan dengan artikel ini.
Mendidik anak dengan keras sudah menjadi bagian dari tradisi keluarga keluarga di pedalaman pulau Timor.

Kekerasan dapat berupa fisik dan mental, dan hal ini bisa saja dilakukan oleh siapa pun di sekitar kehidupan seseorang. Dalam kasus ini, yang terburuk adalah ketika itu datang dari keluarga  sendiri.  

Dikarenakan ketergantungan  kepada mereka saat tumbuh dewasa, kebiasaan itu bisa jadi sangat sulit untuk lepas dari pengaruhnya bahkan ketika seseorang  menjadi dewasa.
Sebab, bekas luka yang ditinggalkan oleh keluarga yang kasar pada seseorang adalah dalam dan abadi, sehingga efeknya akan terbawa sepanjang hidup orang tersebut.

Orang orang yang memiliki latar belakang keluarga kasar, dikombinasikan dengan pandangan mereka yang rata rata keliru tentang dunia, berpotensi pada kurangnya pengetahuan mereka tentang hubungan yang sehat, stabil, dan bahagia. 

Sehingga  mereka adakalanya sama sekali tidak tahu  bagaimana cara membahagiakan  orang orang di sekitarnya, dalam hal ini mungkin pasangan kekasih mereka. 

Setelah melewati sebagian usia yang notabene diwarnai kekerasan, pelecehan, dan perlakuan kejam, seseorang dengan background keluarga serupa ini akan sulit menemukan ritme kehidupan yang damai, tenteram, dan bahagia, bahkan ketika mereka menemukan pasangan yang baik hati dan berbelas kasih. 

Memiliki pasangan dengan latar belakang keluarga kasar, akan membuat kamu terjebak dalam siklus hubungan yang cenderung kasar, karena rasa sakit dari luka yang ditinggalkan keluarganya terkadang justru membuatnya kecanduan dan bisa jadi sulit untuk menghilangkan kebiasaan itu.

Orang-orang yang sama buruknya dengan keluarga mereka ini sangat gampang  memamerkan cakar dan lidah api mereka,  dan menggunakannya kapan pun sesuka hati mereka, bahkan terhadap orang yang mereka sayangi sekali pun.

Di Timor khususnya, masih sering kita jumpai perlakuan perlakuan dan kata kata  kasar dalam banyak sekali keluarga. 
Hal ini dipicu oleh selain didikan keras masa kecil seseorang,  pengaruh budaya patriarki  pun masih sangat dominan: dimana laki laki memiliki kuasa penuh atas perempuan. 
Sehingga ketika mendapat perlakuan sekejam apa pun, pihak perempuan tidak memiliki hak untuk komplain apa lagi melawan.


Pengaruh yang diserap seseorang yang berasal dari keluarga kasar, akan menjadikan orang itu sebagai pribadi yang cenderung beringas. 
Karena cara memperlakukan orang lain yang dia ketahui tidak lain selain kekerasan fisik, bentakan, caci maki, dan perlakuan kasar lainnya.

Terkadang  di hati ada secuil rasa penyesalan, namun mereka tidak berdaya menghindar dari kebiasaan itu. 
Sebab, pada umumnya, mereka tidak selamanya berlaku kasar semata mata untuk menyakiti orang lain, tetapi untuk membela, melindungi, atau menyelamatkan diri mereka dari kekerasan. Sungguh ironi.

Memilih orang dengan background keluarga kejam, selain kata kata dan perlakuan kasar, kamu hanya akan menemukan pribadi yang di dalamnya dipenuhi ketakutan, kebimbangan, ketidak-percayaan diri, dan kecemasan yang tak berujung pangkal. 
Hasilnya, impian kamu akan rumah tangga yang harmonis, tenteram, damai, dan bahagia menjadi berantakan dan terus menerus dibayangi kegagalan.

Jadi, agar tidak terjebak dalam siklus hubungan yang kasar dan hancur-hancuran, sebaiknya " sebelum memilih pasangan hidup, perhatikan dulu bibit, bebet, bobot,  orang itu."

Semoga membantu.


©2019 Jurnal Beta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar di sini

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages