Api yang kita ketahui dan fungsikan sebagai salah satu penunjang kehidupan kita, adalah berupa energi berintensitas yang bervariasi dan memiliki bentuk cahaya dengan panjang gelombang di luar spektrum visual sehingga tidak terlihat oleh mata manusia, dan panas yang juga dapat menimbulkan asap.
Api sama halnya dengan air. Bukan merupakan suatu penemuan, sebab keberadaannya alamiah terbentuk melalui proses alam. Mungkin bisa dikatakan "hadiah" dari alam, dan secara tidak langsung dengan caranya sendiri, memperkenalkan-nya kepada manusia.
Setelah alam memperkenalkan api, lalu semenjak kapan manusia mulai memaksimalkan hadiah tersebut dalam kehidupannya?
Kamu akan ketahui sejarah manusia purba mengendalikan api pada pembahasan berikut pada artikel ini.
Pada masa dimana manusia purba memaksimalkan api sebagai penunjang kehidupan, adalah titik balik dalam evolusi kebudayaan manusia yang memungkinkan manusia untuk memasak makanan, menemukan kehangatan, menjadi penerang ketika datang malam, dan melindungi diri dari serangan predator.
Terkait waktu, sejauh ini belum ada bukti jelas, yang secara pasti menunjukkan semenjak kapan manusia mengenal api dan memaksimalkan-nya dalam kehidupannya.
Bukti yang dapat dipercaya, dan mendapat dukungan ilmiah yang luas mengenai penggunaan api adalah oleh Homo Erectus di China utara sekitar lebih dari 400.000 tahun yang lalu.
Sementara itu, ditemukan juga bukti bukti lain yang menunjukkan tanda bahwa api sudah digunakan jauh sebelum Homo Erectus.
Meskipun klaim tentang bukti bukti yang lebih awal sebagian besar tidak lengkap dan dianggap tidak meyakinkan, namun berdasarkan tanda tanda penggunaan api oleh Homo Erectus, menunjukkan bukti definitif awal mula penggunaan api oleh famili Homo berkisar antara 0,2-1,7 juta tahun lalu.
Begitulah sejarah mula mula moyang kita mengenal dan mengendalikan api yang dalam penggunaan atau fungsinya tidak jauh berbeda dengan zaman modern, dimana kita hidup.
©2020 Elangmutis.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini