Setiap hubungan sudah pasti dibangun oleh dua orang yang tentunya setiap dari mereka memiliki angan, harapan, dan tujuan hidup sendiri.
Namun adakalanya ketika berada dalam hubungan, beberapa orang justru memilih lebih mengutamakan kebutuhan hubungan dan pasangannya ketimbang memperjuangkan masa depannya sendiri.
Alih alih berpegang pada ide cinta butuh pengorbanan, malah sesuatu yang menjadi tujuan hidupnya, amblas.
Memang, cinta butuh pengorbanan. Di satu sisi ada benarnya, selama kamu pandai mengatur "batas batas" yang sehat dalam hubungan; Apa yang "layak" diberikan untuk hubungan, untuk pasangan, dan untuk diri sendiri.
Mengutamakan tujuan hidup sendiri ketika berada dalam hubungan, bukan berarti kamu egois. Tetapi ini terkait masa depan kamu, dan tentunya untuk kebaikan hubungan itu sendiri di masa mendatang.
Dalam mencintai, kamu tidak semestinya 'menjunjung tinggi' pasangan dan hubungan itu, lalu mengabaikan apa pun yang terkait dengan nilai nilai diri yang merupakan anak tangga dalam usaha menggapai masa depan kamu.
Karena ketika hubungan itu berakhir, maka kamu akan kehilangan semuanya, tak terkecuali apa yang menjadi tujuan hidupmu.
Suatu hubungan akan memiliki tujuan yang jelas ketika kedua orang yang terikat dalam hubungan itu memiliki visi dan tujuan pribadi yang jelas pula.
Dalam hal ini, paling tidak kamu dan pasangan-mu bisa saling menghormati dan mendukung dalam apa pun yang menjadi harapan, cita cita, dan tujuan hidup masing masing.
Andai kamu menemukan pasangan yang memiliki sikap sebaliknya, maka saya pastikan, kamu sementara berada dalam hubungan yang tidak sehat.
Sebaik apa pun dia memperlakukan-mu, atau se'tulus apa pun dia mencintaimu, jika dia malah mengabaikan, atau bahkan dengan gaya hidupnya cenderung merusak impian, masa depan dan tujuan hidupmu, maka dia sebenarnya tidak pantas untuk kamu perjuangkan.
Cinta bisa kamu dapatkan kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan kamu seperti apa. Tetapi masa depan dan tujuan hidup yang seharusnya kamu rangkai sedini usia-mu, tidak akan datang dua kali dalam hidup.
Kamu akan mendapatkan cinta yang kamu idamkan, apabila kamu telah merengkuh tujuan hidup dan masa depan yang cerah. Kamu boleh berkali kali kehilangan cinta, tetapi jangan sekalipun kehilangan masa depan dan tujuan hidup.
Karena itu, dalam mencintai; lebih baik utamakan tujuan hidup sendiri, daripada tujuan hubungan.
Namun adakalanya ketika berada dalam hubungan, beberapa orang justru memilih lebih mengutamakan kebutuhan hubungan dan pasangannya ketimbang memperjuangkan masa depannya sendiri.
Alih alih berpegang pada ide cinta butuh pengorbanan, malah sesuatu yang menjadi tujuan hidupnya, amblas.
Memang, cinta butuh pengorbanan. Di satu sisi ada benarnya, selama kamu pandai mengatur "batas batas" yang sehat dalam hubungan; Apa yang "layak" diberikan untuk hubungan, untuk pasangan, dan untuk diri sendiri.
Mengutamakan tujuan hidup sendiri ketika berada dalam hubungan, bukan berarti kamu egois. Tetapi ini terkait masa depan kamu, dan tentunya untuk kebaikan hubungan itu sendiri di masa mendatang.
Dalam mencintai, kamu tidak semestinya 'menjunjung tinggi' pasangan dan hubungan itu, lalu mengabaikan apa pun yang terkait dengan nilai nilai diri yang merupakan anak tangga dalam usaha menggapai masa depan kamu.
Karena ketika hubungan itu berakhir, maka kamu akan kehilangan semuanya, tak terkecuali apa yang menjadi tujuan hidupmu.
Suatu hubungan akan memiliki tujuan yang jelas ketika kedua orang yang terikat dalam hubungan itu memiliki visi dan tujuan pribadi yang jelas pula.
Dalam hal ini, paling tidak kamu dan pasangan-mu bisa saling menghormati dan mendukung dalam apa pun yang menjadi harapan, cita cita, dan tujuan hidup masing masing.
Andai kamu menemukan pasangan yang memiliki sikap sebaliknya, maka saya pastikan, kamu sementara berada dalam hubungan yang tidak sehat.
Sebaik apa pun dia memperlakukan-mu, atau se'tulus apa pun dia mencintaimu, jika dia malah mengabaikan, atau bahkan dengan gaya hidupnya cenderung merusak impian, masa depan dan tujuan hidupmu, maka dia sebenarnya tidak pantas untuk kamu perjuangkan.
Cinta bisa kamu dapatkan kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan kamu seperti apa. Tetapi masa depan dan tujuan hidup yang seharusnya kamu rangkai sedini usia-mu, tidak akan datang dua kali dalam hidup.
Kamu akan mendapatkan cinta yang kamu idamkan, apabila kamu telah merengkuh tujuan hidup dan masa depan yang cerah. Kamu boleh berkali kali kehilangan cinta, tetapi jangan sekalipun kehilangan masa depan dan tujuan hidup.
Karena itu, dalam mencintai; lebih baik utamakan tujuan hidup sendiri, daripada tujuan hubungan.
©2020 Elangmutis.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini