Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

3 Mei 2020

Pasangan Kekasih Rasa Security? Itu Posesif. Sebaiknya Tinggalkan

Shutterstock image.

Jika kamu berasumsi bahwa cemburu pertanda sayang, lantas bagaimana dengan posesif? 
Banyak orang keliru  mendefinisikan cemburu dan posesif. Hal ini dikarenakan, cemburu dan posesif mempunyai esensi yang sama, yakni perasaan  ingin memiliki.
Agar bisa membedakan mana cemburu yang sehat, dan posesif yang merupakan cemburu paling ekstrem, maka sebaiknya baca artikel ini sampai selesai.

Keinginan untuk memiliki adalah hal wajar dalam suatu hubungan. 
Namun, jika rasa memiliki ini berlebihan dan membuat seseorang merasa "berhak" untuk mengatur, melarang, serta membatasi ruang gerak kehidupan pasangannya, maka hal ini dinamakan posesif.

Cemburu  dikategorikan sebagai reaksi yang lumrah dalam mencintai, selama reaksi itu masih dalam batas batas yang sehat.  Tetapi ketika cemburu itu berkembang menjadi sesuatu yang membuat pasangan sulit bergerak bebas, maka hal itu mengindikasikan gejala posesif. 

Posesif akan mengurung ruang gerak pasangannya. Segala sesuatu terkait pasangannya berada di dalam kontrol-nya. Mulai dari meneliti siapa saja teman teman, aktivitas sehari hari, ke mana pasangannya pergi, apa yang dilakukannya, pakaian yang dikenakan [agar tidak menarik perhatian orang lain], dan lain lain.

Berulang kali saya jumpai tindakan ekstrem orang orang posesif yang kadang sebagian dari orang orang ini tak tanggung tanggung bertindak 'anarkis' kepada pasangannya, bahkan ancaman pembunuhan.

Posesif merupakan suatu penyakit mental yang seharusnya kamu hindari. Jadi, agar tidak merusak kesehatan psikis dan membuat kamu menderita sepanjang waktu, pelajari perkembangan reaksi "ingin memiliki " dari pasangan kamu. 
Jika dia [pasangan-mu] menunjukkan gejala seperti yang saya sebutkan di atas, maka ada baiknya jangan buang buang waktu bersamanya. 
Segera tinggalkan.


Sebenarnya, jika dilihat dari sudut pandang lain, cemburu dan posesif sama saja; mewakili rasa tidak percaya seseorang terhadap pasangannya.
Seseorang yang kecemburuan-nya dilandasi oleh rasa tidak percaya, hampir mustahil untuk tidak mencurigai  apa pun yang dilakukan, bersama siapa, dan ke mana pun pasangannya pergi.

Untuk itu, andai kamu memiliki pasangan yang memiliki  kebiasaan cemburu, curiga hampir setiap saat, dan apa lagi posesif,  kebiasaan  itu akan sulit kamu ubah.
Karena, entah bagaimana pun caranya kita berusaha, , kita tidak akan  pernah bisa memaksa seseorang untuk mempercayai kita.
Maka, andai kamu lebih memilih untuk tetap bersamanya, saran terbaik dari saya adalah Jaga sikap kamu setiap saat. Bahkan ketika kamu berada jauh darinya.
Sebab orang yang memiliki tabiat cemburu,  lebih sering mempercayai kata orang (gosip), daripada kejujuran-mu.

Dengan selalu menunjukkan attitude baik di hadapan pasangan posesif-mu, bermakna kamu menanam benih benih rasa percaya di hatinya.  Sehingga seiring waktu, sifat cemburu atau posesif itu akan perlahan menghilang dengan sendirinya.


©2020 Elangmutis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar di sini

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages