
Selingkuh bisa menjadi salah satu solusi untuk membangun kembali hubungan menjadi semakin kuat, hangat, dan harmonis.
Pendapat kita umumnya terkait perselingkuhan sudah begitu identik dengan berpindah ke lain hati, yang memungkinkan adanya perceraian pada akhirnya.
Namun pada artikel ini kamu akan mengetahui suatu fakta yang tentunya sangat kontradiktif dengan apa yang sudah kamu pahami, dengar, baca, atau mengalaminya sendiri.
Tujuan seseorang berselingkuh adakalanya tidak selalu mengarah pada keinginan seseorang untuk meninggalkan hubungannya, atau dengan kata lain, berpindah ke lain hati (memiliki pria/wanita idaman lain).
Tetapi adakalanya perselingkuhan terjadi karena niat seseorang untuk menyelamatkan hubungannya ketika tidak ada cara lain untuk mempertahankan cinta dan komitmen-nya terhadap pasangan.
Kasus serupa ini pasti sering kita lihat di sekeliling kita: Ada beberapa orang yang sudah terikat komitmen pernikahan sering ketahuan "bermain" di belakang pasangan mereka, namun yang mengherankan, rumah tangga mereka tetap harmonis.
Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan; Kenapa tidak mereka putuskan atau ceraikan saja hubungan itu daripada terus berbuat curang terhadap pasangan mereka?
Jawabannya adalah, karena mereka mencintai pasangannya. Mereka melakukan perselingkuhan itu agar tetap berada dalam ikatan pernikahannya.
Intinya, adalah bahwa terlepas dari sebaik apa pun hubungan itu, setiap orang tentu memiliki kebutuhan, lahir mau pun batin emosional dan seksual.
Perselingkuhan umumnya terjadi dikarenakan adanya celah yang tak terlihat dalam suatu hubungan, yang terkadang justru diabaikan oleh banyak pasangan.
Baca juga: Alasan Lain Kenapa Orang Masih Saja Serong Meski Sementara Berada Dalam Hubungan Yang Bahagia
Salah satu celah yang saya maksudkan di sini yakni tidak terpenuhinya kebutuhan pasangan dalam hubungan pernikahan.
Banyak pasangan yang cenderung malas tahu, atau cuek dan terkesan tidak peduli terhadap kebutuhan seksual dan emosional pasangan.
Ketika hubungan menjadi sedemikian dingin tanpa seks, dan kepuasan emosional, pada momen itulah pasangan mulai mencari kenyamanan, cinta, dan teman di luar.
Terlepas dari label buruk yang mereka terima, di sisi lain, mereka juga sadar, merasa bersalah, dan menyesali apa yang mereka lakukan di luar pernikahan. Namun seringkali mereka melihatnya sebagai satu satu cara untuk menyelamatkan pernikahan mereka.
Dalam kasus ini, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih luas, positif, dan optimistis terhadap perselingkuhan Bahwa perselingkuhan adalah kesalahan yang bisa dimaafkan.
Sebab jika pasangan-mu berselingkuh, itu bukan berarti ia tidak lagi mencintai atau menghormati-mu, tetapi justru sebaliknya.
Jadi, apabila pasangan-mu berselingkuh, itu karena ia melakukan segala yang ia bisa agar tetap bersama-mu dan tetap berada dalam ikatan pernikahan itu sambil memenuhi kebutuhannya.
Pada kenyataannya, ia sebenarnya tidak ingin menyakiti-mu, tetapi ia juga tidak bisa bertahan tanpa memenuhi kebutuhan itu.
Perselingkuhan serupa ini, merupakan "alarm" bagi kedua belah pihak untuk membangun kembali hubungan. Tentunya dengan pikiran yang positif dan komunikasi yang lebih terbuka.
Karena pada hakekatnya, perselingkuhan mengungkap celah celah dalam hubungan, yang jika ditangani dengan benar hubungan dapat diperbaiki.
Dan, apabila komunikasi tidak mampu mengatasi masalah perselingkuhan ini, maka saran terbaik saya adalah berpisah. Ini mungkin keputusan paling bijak daripada terus mempertahankan duri dalam daging.
Tujuan seseorang berselingkuh adakalanya tidak selalu mengarah pada keinginan seseorang untuk meninggalkan hubungannya, atau dengan kata lain, berpindah ke lain hati (memiliki pria/wanita idaman lain).
Tetapi adakalanya perselingkuhan terjadi karena niat seseorang untuk menyelamatkan hubungannya ketika tidak ada cara lain untuk mempertahankan cinta dan komitmen-nya terhadap pasangan.
Kasus serupa ini pasti sering kita lihat di sekeliling kita: Ada beberapa orang yang sudah terikat komitmen pernikahan sering ketahuan "bermain" di belakang pasangan mereka, namun yang mengherankan, rumah tangga mereka tetap harmonis.
Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan; Kenapa tidak mereka putuskan atau ceraikan saja hubungan itu daripada terus berbuat curang terhadap pasangan mereka?
Jawabannya adalah, karena mereka mencintai pasangannya. Mereka melakukan perselingkuhan itu agar tetap berada dalam ikatan pernikahannya.
Intinya, adalah bahwa terlepas dari sebaik apa pun hubungan itu, setiap orang tentu memiliki kebutuhan, lahir mau pun batin emosional dan seksual.
Perselingkuhan umumnya terjadi dikarenakan adanya celah yang tak terlihat dalam suatu hubungan, yang terkadang justru diabaikan oleh banyak pasangan.
Baca juga: Alasan Lain Kenapa Orang Masih Saja Serong Meski Sementara Berada Dalam Hubungan Yang Bahagia
Salah satu celah yang saya maksudkan di sini yakni tidak terpenuhinya kebutuhan pasangan dalam hubungan pernikahan.
Banyak pasangan yang cenderung malas tahu, atau cuek dan terkesan tidak peduli terhadap kebutuhan seksual dan emosional pasangan.
Ketika hubungan menjadi sedemikian dingin tanpa seks, dan kepuasan emosional, pada momen itulah pasangan mulai mencari kenyamanan, cinta, dan teman di luar.
Terlepas dari label buruk yang mereka terima, di sisi lain, mereka juga sadar, merasa bersalah, dan menyesali apa yang mereka lakukan di luar pernikahan. Namun seringkali mereka melihatnya sebagai satu satu cara untuk menyelamatkan pernikahan mereka.
Dalam kasus ini, kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih luas, positif, dan optimistis terhadap perselingkuhan Bahwa perselingkuhan adalah kesalahan yang bisa dimaafkan.
Sebab jika pasangan-mu berselingkuh, itu bukan berarti ia tidak lagi mencintai atau menghormati-mu, tetapi justru sebaliknya.
Jadi, apabila pasangan-mu berselingkuh, itu karena ia melakukan segala yang ia bisa agar tetap bersama-mu dan tetap berada dalam ikatan pernikahan itu sambil memenuhi kebutuhannya.
Pada kenyataannya, ia sebenarnya tidak ingin menyakiti-mu, tetapi ia juga tidak bisa bertahan tanpa memenuhi kebutuhan itu.
Perselingkuhan serupa ini, merupakan "alarm" bagi kedua belah pihak untuk membangun kembali hubungan. Tentunya dengan pikiran yang positif dan komunikasi yang lebih terbuka.
Karena pada hakekatnya, perselingkuhan mengungkap celah celah dalam hubungan, yang jika ditangani dengan benar hubungan dapat diperbaiki.
Dan, apabila komunikasi tidak mampu mengatasi masalah perselingkuhan ini, maka saran terbaik saya adalah berpisah. Ini mungkin keputusan paling bijak daripada terus mempertahankan duri dalam daging.
©2020 Elangmutis.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini