Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang hidup tanpa tuntutan kebutuhan. Bahkan jantung di dalam rongga dada pun selalu membisikkan tuntutan itu di setiap detaknya. Hal ini lah yang memicu orang untuk berusaha menempuh berbagai cara untuk bekerja. Dengan bekerja, kita dapat menjawab setiap kebutuhan, baik yang sudah direncanakan atau pun yang hadir tak terduga.
Akan tetapi, tidak semua pekerjaan dapat ditekuni seumur hidup. Segiat atau serajin-rajinnya seseorang, pasti ada waktunya dia memutuskan untuk berhenti dan menikmati jerih payahnya. Namun, sebagian orang kebingungan dengan tuntutan biaya hidup setelah tamat masa kerja karena lalai dan tidak sempat membuat perhitungan tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menunjang hidup setelah berhenti bekerja.
Seperti kata pepatah "sedia payung sebelum hujan", dan berikut ada beberapa tips praktis dari Mutis Tuan tentang persiapan diri sebelum kehilangan sumber penghasilan.
1.Menabung
Menabung merupakan salah satu hal yang lebih mudah di ucapkan daripada dilakukan. Padahal semua orang tau bahwa menabung untuk jangka panjang adalah keputusan yang cermat, namun banyak dari kita yang masih kesulitan untuk menabung (termasuk saya,,,hahaha)*. Menabung bukan hanya sekedar mengurangi pengeluaran uang, tetapi penabung cermat memperhitungkan penggunaan uang serta bisa menentukan tujuan realistis yang bisa memperoleh keuntungan jangka panjang.
Selama kamu masih aktif bekerja, sebaiknya sisihkan sedikit dari gaji kamu setiap bulan untuk menabung.
2.Hindari kebiasaan utang
Utang dalam hal ini bukan utang budi tetapi utang yang harus dibayar dengan uang. Utang terasa seperti beban yang menggantung di leher setiap pagi bangun tidur. Kita tidak akan bisa menabung sepeser pun jika kebiasaan gali lobang tutup lobang tidak dihilangkan.
Buatlah rencana bulanan yang teratur agar dapat membebaskan kamu dari lilitan utang. Dengan menghindari kebiasaan utang, kamu dapat dengan leluasa menyusun rencana jangka panjang.
3.Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
Terkadang tanpa sadar, kita mencampur-adukan keinginan dan kebutuhan yang ujung-ujungnya kita pusing kepala mencari penyebab kenapa penghasilan tidak mampu menunjang biaya hidup. Mulailah cerdas dengan bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan.
Hindari jebakan materi.! Tidak ada yang peduli apa yang kamu miliki, dan kalau pun iya, itu orang-orang yang kurang percaya diri. Jika kamu ingin memiliki barang-barang bagus, pastikan barang itu bermanfaat dan kamu bisa membelinya tanpa mengganggu kewajiban menabung.
4.Berhemat
Pepatah lama mengatakan "hemat pangkal kaya" itu benar, dan kaya dalam hal ini bermakna tidak kekurangan dalam menjalani hari-hari sulit. Berhemat bukan berarti menyiksa diri, seperti contoh; alih-alih untuk hemat, hanya makan nasi putih dengan garam. Akan tetapi bijak mengatur pengeluaran uang adalah cara terbaik untuk berhemat.
Buatlah rencana pencapaian tahunan, karena dengan begitu kamu bisa termotivasi untuk cermat mengatur pengeluaran belanja bulanan kamu.
5.Berinvestasi.
Investasi hampir mirip tujuannya dengan menabung pada poin pertama di atas. Tetapi investasi terdapat beragam jenis misalnya, Deposito, Obligasi, Saham, Mata Uang Asing, Properti, dan lain-lain.
Untuk berinvestasi, perlu mempertimbangkan penghasilan atau gaji yang diperoleh dari pekerjaan kita. Lagi pula ada pekerjaan yang tetap dan tidak tetap, contohnya TKI/TKW yang pekerjaannya hanya berdurasi 5 sampai 10 tahun, tentunya jenis-jenis investasi di atas bukan pilihan yang tepat buat mereka karena investasi harus berkesinambungan terus-menerus dan keuntungan yang diperoleh pun dalam kurun waktu yang tidak ditentukan.
6.Rencanakan usaha rumahan yang nantinya dapat dikelola sendiri
Mengelola usaha sendiri itu sesuatu yang menyenangkan. Selain bisa menunjang kebutuhan hidup, kita juga bisa menikmati aktivitas itu tanpa perintah atau kendali orang lain. Ada banyak alternatif usaha rumahan yang bisa membantu menjawab tuntutan kebutuhan sehari-hari kamu, dan tentunya kamu bebas memilih usaha yang sesuai dengan karakter atau minat dan ketrampilan kamu. Misalnya kamu jago dalam bidang masak-memasak, kamu bisa mengelola usaha Kuliner sebagai pilihan usaha rumahan.
Pada umumnya orang lebih suka memilih kedai sembako (kios) sebagai usaha rumahan, karena selain mendapat keuntungan, usaha jenis itu juga merupakan aktivitas yang santai. Namun ada beberapa hal yang menjadi titik kelemahan usaha jenis ini, salah satunya adalah memberi peluang kepada pelanggan untuk mengutang. Hampir semua kios yang saya pernah datangi selalu ada tulisan peringatan di pintu masuk "Dunia hancur karena Bom, Usaha hancur karena Bon".
Faktor yang perlu diperhatikan jika kamu ingin membuka kedai di pedesaan adalah daya beli masyarakat kita lemah, mengingat penghasilan sebagian besar orang tidak sama dan juga tidak menentu. Akan tetapi di mana saja jika kita punya niat untuk berusaha, di situ pula pasti ada tantangan. Kuncinya adalah tekad dan kerja keras. Mulailah merencanakan usaha rumahan kamu dengan memanfaatkan hasil dari pekerjaan kamu sekarang.
7.Manfaatkan peluang bisnis usaha ternak
Sementara kamu makan gaji dari pekerjaan yang sekarang kamu geluti, ada baiknya kamu membuat suatu rencana matang yang nantinya jadi sandaran hidup setelah kamu terlepas dari pekerjaan saat ini. Salah satu pilihan usaha yang Mutis Tuan ingin sajikan di sini adalah bisnis usaha ternak.
Sebagai negara Agraris, potensi peternakan Indonesia sangatlah besar. Karena itu tidak heran bila usaha yang berkaitan dengan agrobisnis banyak yang jadi pilihan pelaku usaha, khususnya dari kalangan menengah ke bawah.
Ada banyak macam ternak yang bisa menjadi pilihan kamu membangun usaha jenis ini. Salah satunya beternak ayam kampung yang saat jadi pilihan favorit mereka yang memiliki modal pas-pasan. Selain bisa mendatangkan keuntungan berkesinambungan, beternak ayam juga merupakan peluang bisnis yang tidak menuntut kamu menyediakan modal yang besar untuk merintisnya.
Terlepas dari kesibukan kamu sekarang, tidak ada salahnya untuk memikirkan rencana mengenai sesuatu yang akan jadi aktivitas baru mu di masa mendatang. Mulailah dengan modal yang disumbangkan dari penghasilan kamu saat ini, kemudian tentukan lokasi peternakan yang strategis, dan jangan lupa untuk mempelajari teknik-teknik beternak melalui buku panduan atau situs-situs internet yang membahas khusus tentang teori beternak yang sukses.
Catatan: Ada banyak cara mempersiapkan masa depan, dan juga ada banyak usaha yang bisa kita pilih sebagai sumber penghasilan alternatif yang dapat diandalkan dan mampu menjamin kehidupan kita seterusnya.
Tidak ada usaha yang tidak ada risiko. Semua tergantung dari cara kamu menyikapinya.
Semoga bermanfaat
©2016 Elangmutis.com

