Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

16 Februari 2018

Fakta Memprihatinkan Di Balik Alasan Takut Menikah Dan Menikah Karena Takut


Setiap orang tentu memiliki alasan tersendiri  yang mendasari keputusan  untuk menikah,  atau pun memilih hidup melajang.
Keputusan untuk  menikah atau tetap hidup melajang,  dalam hal ini pria dan wanita mempunyai alasan yang unik dan berbeda.
Ada sebagian kalangan yang harap harap cemas  ingin cepat cepat menikah.  Sementara yang lain justru cenderung menghindari pernikahan.

Harap harap cemas ingin segera menikah, maupun yang berusaha menghindari pernikahan,  secara nyata mengindikasikan ketakutan yang nantinya justru mengaburkan makna sebenarnya dari pernikahan itu sendiri.


Untuk mengetahui lebih detail tentang fakta memprihatinkan di balik alasan  takut untuk menikah dan menikah karena takut, berikut ini akan saya coba uraikan lebih mendalam terkait alasan alasan yang menjadi konteks ketakutan ketakutan tersebut. 



Takut Menikah
Memang, menikah adalah pilihan.  Namun jangan salah, bahwa pernikahan bukanlah pilihan hidup yang dijalani satu atau dua hari, melainkan seumur hidup.
Oleh sebab itu, tidak mustahil jika sebagian kaum lajang terkesan ragu ragu untuk membuat komitmen.

Takut menikah dan  keburu menikah karena takut,  dikategorikan dalam dua jenis istilah berdasarkan tradisi pernikahan orang orang Yunani kuno.


Masyarakat Yunani  pada ribuan tahun lalu, menciptakan sebuah ritual  penyatuan tubuh dua insan manusia berlainan jenis kelamin yang disebut Hieros Gamos.

Dari kata Gamos ini lah yang kemudian  timbul istilah Gamomania  dan Gamophobia. 
Gamomania berarti seseorang yang memiliki hasrat   berlebihan untuk menikah. Sedangkan Gamophobia merujuk pada ketakutan berlebihan seseorang untuk menikah.

Istilah Gamophobia, atau takut menikah sering kali atau kebanyakan dialami oleh sebagian kaum pria.

Pada umumnya pria takut untuk menikah didasari oleh beragam alasan,  semisal; tanggung jawab, masalah keuangan, dan kebebasan yang nantinya dibelenggu oleh komitmen.

Selain itu, sebagian  kaum Gamophobia menghindari pernikahan disebabkan trauma, seperti melihat atau mengalami langsung akibat buruk dari suatu pernikahan, semisal perceraian, perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga. 


Deng
an pengalaman pengalaman pribadi di atas, disinyalir  menjadi alasan para kaum Gamophobia cenderung menganggap  pernikahan  sebagai ikatan yang negatif.

Mereka umumnya memiliki konsep berpikir yang irasional terhadap pernikahan, yang berujung pada ketakutan bahwa  kelak menikah, hal hal buruk itu akan terjadi juga pada rumah tangga mereka.

Gejala gejala Gamophobia pada seseorang dapat  dilihat dari kebiasaan  orang tersebut yang selalu menghindari pembicaraan tentang pernikahan.  Bahkan ada yang bisa bertindak ekstrem ketika menyinggung hal hal yang berhubungan dengan pernikahan.


Lazimnya, kaum Gamophobia ini sadar jika ketakutan ketakutan tersebut merupakan sesuatu yang tidak masuk akal, tetapi terasa  sulit untuk mengendalikan diri dari rasa takut mereka.


Apabila kamu salah satu dari kaum Gamophobia ini, maka solusi yang tepat untuk mengatasinya adalah dengan berusaha  mengalahkan ketakutan ketakutan itu, dengan berpikir se-rasional mungkin terhadap pernikahan.

Jangan sampai hal hal buruk yang belum tentu terjadi, mengintimidasi kamu untuk membuat komitmen.

Karena itu, meskipun kamu pernah mengalami langsung kejadian kejadian buruk serupa ini, setidaknya kamu bisa  jadikan sebagai pelajaran, dan bukan sebaliknya dijadikan alasan untuk menghindari pernikahan.
Masalah akan selalu ada, baik saat masih sendiri, atau pun  sudah berpasangan.


Menikah karena takut
Jika sebagian orang dengan berbagai alasan takut menikah (Gamophobia), sebagian lainnya justru sangat berhasrat untuk menikah (Gamomania).
Sama halnya dengan kaum Gamophobia, orang orang Gamomania pun memiliki alasan tersendiri yang melatarbelakangi keinginan mereka untuk cepat cepat menikah. 

Gejala Gamomania pada kebanyakan orang mungkin diartikan secara umum  sebagai suatu reaksi yang wajar.   Namun perlu diketahui bahwa alibi dibalik hasrat tersebut rata rata mengisyaratkan  sinyal  ketakutan yang teramat sangat!


Sangat berhasrat untuk cepat  menikah  sering kali dialami oleh sebagian besar  wanita yang rata rata berusia 30 tahun ke atas.

Tatkala usia semakin bertambah tua, ketakutan mereka semakin terasa membelenggu hati jika pendamping hidup belum juga kunjung datang.

Faktanya bahwa pada umumnya wanita menganggap pernikahan sebagai suatu prestasi, kebanggaan, dan ada pula yang beranggapan bahwa menikah merupakan ujung dari kehidupan.  Sehingga tidak mustahil jikalau  kebanyakan wanita yang masih melajang di usia 30an mulai  dibayangi rasa cemas dan ketakutan yang kompleks.


Pada kebanyakan wanita, ketakutan ketakutan itu dipicu oleh beberapa faktor, diantaranya:

- standar waktu menikah yang sudah kedaluwarsa,
- tuntutan orang tua,(ingin cepat cepat menimang cucu)
-  tuntutan lingkungan (dinilai tidak laku), 
- fisik atau penampilan yang mulai menua,  dan
dihantui masalah reproduksi ( hamil dan melahirkan di usia yang berisiko).  

Faktor faktor ketakutan tersebut jelas sangat memprihatinkan. Sebab membuat mereka seakan akan sementara dikejar kejar 
sesuatu, sehingga pada akhirnya karena tergesa gesa, mereka "terpaksa" menikah tanpa pandang bulu. 
Menerima siapa saja  pria yang mau menikahinya tanpa pilih pilih, tanpa perlu memandang tipe, latar belakang, sifat, dan bahkan meski tanpa cinta sekalipun. 

Padahal, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa menikah bukanlah pilihan hidup satu dua hari, melainkan sepanjang hayat.
Pernikahan mempunyai konsekuensi dan tanggung jawab yang tidak semudah membalik telapak tangan.  Menjalani kehidupan berumah tangga pun tidak se-nyaman kursi pelaminan.


Sebab itu, bila kamu menikah hanya karena termotivasi  oleh ketakutan ketakutan atau alasan alasan yang tidak rasional, maka tentunya pernikahan itu tidak akan bahagia. 

Jika pun nantinya bahagia, tentu  membutuhkan proses yang panjang dan dalam waktu yang lama. 



©2018 Elangmutis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar di sini

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages