Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

31 Oktober 2018

Flobamora Untuk Kolonialisme: Terima Kasih


Masa lalu yang kelam  memang sepatutnya tidak selalu mesti dipandang buruk. Sebab setidaknya dari hal hal itu,  kita belajar, berbenah diri, serta menjadi lebih tangguh.
Kenangan pahit bisa menjadi suatu kepingan penting dalam membentuk kehidupan seseorang, tak terkecuali negeri kita Indonesia, pun memiliki sejarah kelam yang akan terus dikenang dan diperingati sepanjang hidup  dari generasi ke generasi. Dari sana pula, generasi penerus belajar membentuk negeri ini menjadi lebih baik dan lebih kuat.

Kolonialisme atau penjajahan  bangsa asing terhadap negeri kita merupakan kreator masa lalu yang paling suram dalam sejarah bangsa kita.
Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang adalah bangsa bangsa yang akan selalu menjadi topik cerita masa lalu negeri kita kepada anak cucu kita turun temurun.

Penjajahan selalu identik dengan penindasan dan kekejaman. Hal itu jelas menyisakan kisah yang menyakitkan. Dan tentunya kita mengutuk habis habisan negara negara yang dahulu pernah menjajah negeri kita.
Akan tetapi, judul artikel ini seakan menjadi ironi tersendiri, yang tentunya membuat kamu kaget dan bertanya tanya, kenapa harus berterima kasih kepada penjajah kalau faktanya kita ditindas.?

Sejatinya, penjajahan bangsa asing tidak hanya menimbulkan  efek efek negatif semata. Ada beberapa negara penjajah yang menyisakan jejak jejak yang bernilai positif dan sangat berarti bagi kita hingga saat ini.  Misalkan Jepang,  membentuk dan melatih tentara PETA dan  turut  membantu  dalam proses  tercapainya Proklamasi Kemerdekaan bangsa kita.

Selain itu, negara penjajah lain yang meskipun dalam banyak hal, merugikan, bahkan tergolong kejam dalam memperlakukan penduduk lokal pada masa menjajah, tapi patut kita berterima kasih untuk peninggalan jasa mereka yang kita nikmati sekarang.

Masyarakat kawasan Indonesia bagian Timur( NTT, Maluku, dan Papua)  boleh saja mengutuk tindakan kolonialisme Belanda dan  Portugis selama menjajah, namun dibalik itu, jangan lupa berterima kasih, setidaknya untuk dua hal;
_ Belanda  berperan penting dalam pendidikan di Indonesia bagian Timur, dengan mendirikan sekolah sekolah serta mengajarkan bahasa melayu yang sekarang kita kenal dengan bahasa persatuan Indonesia.
_Belanda dan Portugis adalah dua bangsa yang pertama kali membawa masuk ajaran agama Kristen (Protestan, dan Katolik), yang sekarang menjadi agama mayoritas masyarakat Indonesia bagian  tengah, dan Timur.

Dengan demikian, sejarah kelam bangsa kita bukan tidak mungkin terselip pula hikmah yang luar biasa manfaatnya  bagi kita saat ini dan pada masa masa yang akan datang.
Lebih khusus daerah daerah jajahan Belanda dan Portugis seperti  Flores, Sumba, Alor, Timor, Sabu, dan Rote, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Flobamora,  yang saat ini bisa dikatakan mayoritas penganut Kristen, adalah merupakan salah satu peninggalan kolonialisme yang semestinya membuat kita berbesar hati untuk berterima kasih.
Sebab tanpa Belanda dan Portugis, entah lah,  saat ini bisa jadi kita tidak disebut sebagai pengikut pengikut Kristus.
Tanpa kehadiran  Belanda dan Portugis, kita mungkin tidak mengenal nama nama seperti GMIT, Paroki, Uskup, atau pun Sinode, dan lain lain.

Karena itu, tanpa mengurangi nilai dari  perjuangan serta pengorbanan leluhur kita pada masa dahulu, kala melawan penindasan kolonialisme, kita mesti berterima kasih.
Flobamora untuk Kolonialisme: Terima kasih.

Catatan;
Untuk mengetahui lebih detail, carilah  artikel artikel di internet atau  buku buku yang membahas khusus tentang sejarah masuknya agama Kristen di NTT.


©2018 Mutis.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar di sini

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages