Jauh sebelum Edison dan Tesla, fenomena listrik telah dipelajari orang orang zaman purba, meskipun pemahaman teoritisnya sangat lamban, dan hanya sebatas keingintahuan. Hingga akhir abad ke-19, para insinyur bisa menyempurnakan teori ini, dan memanfaatkannya pada industri dan rumah tangga layaknya listrik yang kita nikmati saat ini.
Namun tahukah kamu, jika listrik ternyata memiliki seabrek kisah kontroversi dibalik awal mula penciptaannya.
Tidak lain adalah dua manusia jenius yang merupakan tokoh utama terciptanya listrik modern yang kita nikmati saat ini.
Thomas Alfa Edison, seorang ilmuwan ternama, dengan berbagai penemuannya yang hebat. Bohlam yang sanggup menyala selama 40 jam, alat komunikasi telegraf, phonograph, fluoroscopic untuk pemeriksaan X-Ray, dan lain lain..
Meski memiliki kecemerlangan dan kejeniusan khususnya dalam penemuan bola lampu listrik, Edison nyatanya pernah menodai nama besarnya itu dengan berlaku curang dan licik dalam penemuan dan pengembangan listrik terhadap Nikola Tesla, seorang ilmuwan yang tidak kalah jenius.
Berikut ini adalah kisah lengkapnya.
Nikola Tesla
Dikenal jenius sejak masa kecilnya, dia bahkan disangka melakukan kecurangan di sekolah tinggi, hanya karena terlalu pintar di bidang Matematika dibandingkan teman sebayanya. Sekolah tinggi yang saat itu berdurasi 4 tahun, diselesaikan nya dalam tempo 3 tahun. Dia kemudian memiliki minat yang sangat besar di bidang listrik.
Impiannya menemukan solusi besar dalam listrik hampir tidak tercapai, karena keinginan ibunya untuk menjadikan anaknya seorang pendeta. Tesla pun terkena kolera di kampung halamannya, penyakit yang cukup mematikan pada masanya, sehingga dia hampir meninggal. Sang ibu pun berjanji untuk membiarkan Tesla memilih jalan hidupnya bila dia kembali sehat. Dan ini pun terjadi, sebuah pilihan yang akan merubah dunia, selamanya.
Pada 1875, Tesla menempuh pendidikan di politeknik Austria. Tesla yang sangat ambisius, tidak pernah melewatkan satupun kuliah, mendapat nilai tertinggi, hingga diberikan surat penghargaan oleh dekan politeknik bahwa dia adalah murid yang paling pintar. Bahkan pada tahun kedua pendidikannya, dia sudah bisa berdebat dengan profesor pengajar di tempatnya. Sayangnya, di tahun yang sama ini, ayah Tesla meninggal dan Tesla menjadi kecanduan judi serta billiard, sehingga tidak siap untuk menempuh ujian, dan tidak lulus.
Pindah ke Budapest
Tesla di-drop out pada 1878 dan memutuskan untuk menghilang. Tesla kemudian pindah ke Budapest pada 1881 dan bekerja di perusahaan Telegraph.
Kejeniusannya membuatnya terus menerus promosi hingga akhirnya dikirimkan ke perusahaan milik Edison.
Kecerdasannya membuat Tesla diberi pekerjaan untuk mendesain dinamo yang sangat efisien sehingga perusahaan milik Edison berkembang cepat dan mengalami peningkatan pesat untuk permintaan pemasangan instalasi listrik baru.
Namun, desain listrik DC (Direct Current) satu arah milik Edison hanya mampu menghantarkan listrik hingga 1 km dari generator, dan daya yang dihasilkan tidak cukup kuat sehingga hanya bisa menyalakan lampu saja.
Tesla pun menciptakan sistem Alternating Current (AC) , arus bolak balik, yang bisa menempuh ribuan kilometer dan memiliki daya yang lebih besar dibanding ciptaan Edison. Tesla menawarkan desain-nya ke Edison, yang ditolak karena Edison khawatir akan image penemuannya dikalahkan milik Tesla.
Penipuan Edison
Edison bahkan menantang Tesla untuk menciptakan alat listrik DC yang jauh lebih efisien dan Edison siap membayar 50.000 dollar AS (setara 20 ribu dolar AS atau 28 miliar rupiah uang masa kini). Diluar dugaan, desain ini berhasil, dan Edison menolak membayar Tesla dengan alasan bahwa 50 ribu dollar itu hanya candaan.
Tesla kemudian berhenti bekerja di perusahaan Edison, dan kemudian mempresentasikan idenya ke berbagai pengusaha di wall-street, melakukan banyak demonstrasi hingga akhirnya ada yang bersedia mendanai-nya. Dana ini digunakan Tesla untuk membangun laboratoriumnya dan meneliti tentang listrik AC.
Di sisi lain, Edison mulai kesulitan memenuhi permintaan desain listriknya, karena listrik DC Edison hanya mampu mengalir sejauh 1 km. Sementara desain Tesla makin dikenal banyak pengusaha. Listrik ini bisa digunakan untuk berbagai kepentingan industri. George Westinghouse, orang terkaya Amerika pun membeli paten listrik milik Tesla, agar bisa dialirkan ke rumah-rumah penduduk.
Untuk menangani resiko akibat tegangan tinggi, Tesla pun menciptakan trafo sehingga listrik yang masuk ke rumah penduduk tidak lagi bertegangan tinggi yang membahayakan dan bisa digunakan oleh penduduk.
Propaganda Edison
Edison yang perlahan-lahan mulai terkikis, mulai melakukan black campaign terhadap Tesla. Edison mengundang wartawan untuk demonstrasi listrik AC-nya Tesla, untuk membunuh anjing dan gajah di sirkus dengan listrik AC. Dia berharap, warga akan ketakutan, dan tidak akan menggunakan ciptaan Tesla, serta menimbulkan citra buruk terhadap Tesla. Edison bahkan menciptakan alat eksekusi mati dengan desain listrik milik Tesla.
Gajah yang disetrum oleh Edison ditunjukkan di bioskop-bioskop agar masyarakat melihatnya.
Tesla tidak diam saja. Dia pun membuat demonstrasi penemuannya yang tidak kalah ekstrim. Dengan Tesla Coil, dia menunjukkan bahwa percikan api listrik menyambar-nyambar tubuhnya, dan dia tetap baik-baik saja.
Lukisan demonstrasi listrik AC milik Tesla.
|
Listrik DC milik Edison pun ditinggalkan, dan listrik Tesla menjadi standar baru. Tesla bahkan membuat desain generator listrik tenaga air untuk proyek berikutnya.
Setelahnya, Tesla berhasil menyelesaikan berbagai penemuan semisal Listrik AC, mesin turbin, trafo, komunikasi pesawat nirkabel, dan masih banyak lagi) .
Hingga kini, masyarakat lebih mengenal Edison dibanding Tesla, meskipun berbagai usaha sabotase, kelicikan, dan penipuan yang dilakukan Edison, Tesla adalah bapak listrik sebenarnya.
Source :
https://id.quora.com/adakah-sosok-yang-dikagumi-banyak-orang-namun-memiliki-sisi-gelap-yang-tidak-patut-dicontoh.html
Ⓒ2019 Jurnal Beta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini