Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

25 Januari 2020

3 Fakta Yang Jarang Kamu Ketahui Ketika Memilih 'Tipe' Seperti Apa Seseorang Yang Ingin Kamu Cintai


Ketika kamu jatuh cinta dengan seseorang, itu seringkali tidak terlepas dari faktor faktor tertentu yang melatarbelakangi keputusan kamu tersebut.

Mungkin paling umum yang kita ketahui itu berupa 'alasan' kita merasa tertarik dengan seseorang; bisa berupa penampilan fisik, gaya hidup, sifat, selera humor-nya, serta faktor faktor eksternal lainnya.

Namun di luar sadar, ada  fakta fakta lain yang jarang kamu ketahui ketika kamu merasa tertarik dan jatuh cinta dengan seseorang.
Realitas yang melatarbelakangi kita ketika memilih untuk mencintai seseorang terkadang begitu halus dan tak terasa sehingga kita sendiri tidak menyadarinya.

Sebenarnya ada begitu banyak mekanisme rumit dalam memilih tipe orang yang ingin kita jadikan pacar atau untuk menikahinya.
Tetapi di sini saya akan coba mempersempit-nya menjadi 3 skenario yang bekerja di belakang layar, yang notabene menjadi faktor kenapa kita hanya merasa tergila gila, lantas memilih  hanya satu di antara miliaran manusia di planet ini  untuk mencintainya.

Nah, ini dia 3 faktor yang seringkali mempengaruhi kita ketika memilih tipe orang yang ingin kita cintai.

Cinta Masa Lalu
Adakalanya, energi atau kekuatan yang menuntun kita kepada seseorang yang kita pilih untuk mencintainya, serta keinginan untuk menghindar, atau menolak seseorang,  pada umumnya dilatar-belakangi oleh sejarah hidup kita sendiri;  salah satunya, yakni pengalaman bersama seseorang yang mungkin sangat kita cintai, atau bersama mereka yang pernah melukai kita di masa lalu.

Otak kita merekam dan menyimpan memori dari setiap peristiwa hidup yang kita lewati. Sehingga pada sekali kelak, ketika kita bertemu dengan seseorang yang secara spesifik , salah satu karakternya menyerupai  'mantan terindah', atau pun mantan terburuk kita di masa lalu, maka otomatis otak kita akan memprediksi dan  mensimulasikan  perasaan  ketertarikan kita, dan atau sebaliknya mengisyaratkan tanda bahaya.


Intinya adalah bahwa, setiap orang memiliki ciri ciri pasangan ideal yang unik, dan kebanyakan dari kita  secara langsung didasarkan pada pengalaman hidup, dalam hal ini, pada momen momen indah,  nyaman, dan bahagia bersama seseorang yang  kita cintai di masa lalu.

Keluarga
Khususnya dalam memilih pasangan hidup, selera seseorang adakalanya terbentuk dari konteks lingkungan dan keluarga dimana orang  tersebut lahir dan dibesarkan.

Latar belakang pilihan kita itu lazimnya dipengaruhi oleh  orang orang terdekat kita; semisal, karakter ayah yang paling kamu kagumi, kebijakan ibu dalam mengatur keuangan dan makan minum di dalam keluarga kita, mungkin dari prinsip primitif kakek yang mengutamakan 'kesucian' seorang gadis, atau nenek yang feminim, disiplin spiritual, dan kebiasaan khas keluarga lainnya.

Selain itu, beberapa orang yang memiliki keluarga broken home, semisal ayah seorang pemabuk, pen-judi, dan kasar, atau ibu yang tidak setia, rata rata tidak akan  mentolerir hubungan yang kacau dan beracun.  
Berdasarkan pengalaman traumatik yang mereka alami, akan membuat mereka enggan memilih pasangan hidup dengan latar belakang sifat yang serupa dengan orang tua mereka.

Budaya, dan gaya hidup
Budaya atau tradisi tempat kita lahir dan bertumbuh dewasa, memberi kita umpan balik tentang apa yang kita anggap menarik, atau bagaimana agar terlihat menarik di mata orang lain.
Pada faktor budaya ini, bisa terkait tata bahasa, mode busana, agama keluarga, dan aturan aturan tak tertulis tentang apa yang pantas dan yang tidak pantas.

Hal inilah yang kemudian mempengaruhi rasa ketertarikan seseorang,  sehingga ada begitu banyak orang yang cenderung memilih pasangan hidup hanya dari ras, suku, dan agama mereka sendiri.

Inilah 3 fakta yang jarang kita ketahui, yang justru sangat berperang penting dalam mempengaruhi minat dan ketertarikan kita pada orang yang kepadanya kita jatuh cinta.

Selain ketiga fakta di atas, ada juga beberapa faktor lain yang turut berperan meletakkan dasar ciri khas serta keunikan yang kamu temukan pada seseorang yang membuat kamu jatuh cinta.
Bisa jadi itu dipengaruhi oleh teman teman se-pergaulan, lingkungan sosial, drama televisi, dan faktor eksternal lainnya.

Dalam hal ini, perpaduan antara pengalaman masa kecil, remaja, hingga dewasa,  turut berperan dan melebur bersama dalam  memahat atau  membentuk minat (rasa suka dan tidak suka), serta nilai, dan kepercayaan diri kita.

Sebab cinta selalu diawali oleh rasa tertarik, tetapi ketertarikan tidak selalu berarti jatuh cinta, maka sekalipun kamu tertarik dengan seseorang yang bisa dibilang di atas kertas__   sempurna, namun jika kamu tetap memilih untuk tidak mencintainya,  hal ini secara langsung dipengaruhi oleh minat, yang notabene dilatar-belakangi oleh pengalaman dan sejarah hidupmu sendiri.

©2020 Mutis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar di sini

Post Top Ad

Your Ad Spot

Pages