![]() |
| flickr.com |
Kehidupan selalu bermula dari sesuatu, atau hal hal yang sejatinya bukan pilihan kita. Salah satunya adalah ketika kita 'harus' lahir, atau dibesarkan tanpa didampingi seorang ayah. Beberapa orang menyebutnya sebagai takdir, tetapi saya lebih suka menyebutnya sebagai pembelajaran hidup.
Ada begitu banyak orang yang memiliki latar belakang kisah masa kecil yang dilematis dan menyedihkan. Sebagian besar dari mereka adalah anak anak yang dibesarkan, atau bahkan lahir tanpa sosok seorang ayah.
Dalam kasus ini, apa pun konteks yang menjadi penyebab seorang anak menjadi yatim, tidak akan saya bahas secara detail. Sebab, adakalanya saya merasa malu sebagai pria, ketika melihat anak anak yang lahir dari buah cinta para pecundang.
Pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana sisi sulit, pahit getir-nya kehidupan seorang anak dapat "menempah-nya" menjadi manusia tangguh.
Jika kamu ingin tahu bagaimana cara seorang anak mampu mengatasi kesulitan demi kesulitan hidup yang semestinya lebih pantas untuk orang dewasa , maka bertanyalah kepada mereka yang lahir dan bertumbuh besar tanpa ayah.
Ketiadaan ayah yang merupakan pemegang peran paling vital bagi kelangsungan hidup sebuah keluarga, berpengaruh langsung kepada anak anak tersebut.
Seberapa pun usia mereka, sanggup atau tidak sanggup, hidup tak mengenal kompromi. Kehidupan harus di-pertanggung jawabkan, sehingga satu satunya cara mereka untuk bertahan hidup adalah berjuang.
Anak anak yang memiliki latar belakang serupa ini umumnya "dipaksa" keadaan menjadi mandiri secara "prematur".
Dikatakan prematur, karena rata rata dari mereka, bahkan sudah diperkenalkan pada kehidupan yang keras semenjak mereka baru belajar berjalan dan berbicara.
Semakin bertambah usia, semakin mereka menjadi terbiasa dengan kesulitan, tantangan, dan tanggung jawab. Sehingga saat dewasa, mereka tidak akan merasa tertekan, atau pun rentan ketika berhadapan dengan berbagai macam persoalan hidup, sebab mereka sudah terlatih sejak kecil.
Inilah kelebihan, atau keistimewaan anak anak yang dibesarkan tanpa sosok seorang ayah. Mungkin jarang kita melihat atau mendengar kalau diantara mereka ada yang menjadi orang sukses. Tetapi dalam hal tanggung jawab, strategi menghadapi kesulitan, dan seni bertahan hidup, kita semestinya banyak belajar dari mereka.
Meski demikian, dibalik keistimewaan mereka, ada beberapa sisi buruk yang harus diwaspadai.
Karena menjalani kehidupan yang notabene keras, mereka umumnya tidak memiliki kasih sayang, mudah cemas, dan tidak bisa santai atau sedikit menikmati hidup karena terlalu memikirkan tanggung jawab.
©2020 Mutis.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini