Seperti yang kita ketahui, Nabi adalah penyambung lidah Allah, atau dengan kata lain, orang yang dipilih khusus untuk menyampaikan pesan pesan Allah kepada umat Nya.
Karena dipilih khusus oleh Allah, maka kita bisa membayangkan kehidupan keseharian seorang nabi yang tentunya suci, terpandang, serta memiliki latar belakang keluarga baik baik pula.
Namun lain hal dengan kehidupan nabi Hosea bila dipandang dari sisi layaknya manusia biasa .
Hosea memiliki kisah cinta yang paling unik dan memilukan. Kenapa memilukan?
Simak liku liku kehidupan cinta nabi Hosea berikut ini.
"A Love That Never Fails"
Semua orang pasti pernah, atau bahkan berulang kali merasakan jalinan cintanya kandas di tengah jalan. Entah itu masih sekadar pacaran, atau pun sudah terikat pernikahan, kegagalan memang tidak mengenal kompromi, apa bila kesalahan dalam suatu hubungan tidak bisa diperbaiki lagi.
Meskipun setiap hubungan yang gagal sering kali dipicu oleh konteks permasalahan yang beragam. Tetapi akar masalah yang paling menonjol dari setiap kegagalan tersebut adalah "ketiadaan pengampunan".
Meskipun setiap hubungan yang gagal sering kali dipicu oleh konteks permasalahan yang beragam. Tetapi akar masalah yang paling menonjol dari setiap kegagalan tersebut adalah "ketiadaan pengampunan".
Mengampuni memang pada praktiknya tidak semudah diucapkan. Hal mengampuni hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki hati seluas samudera. Sebab itu, mari kita belajar dari nabi Hosea mengenai resep hubungan cinta yang tak pernah mengalami kegagalan.
Hosea melaksanakan tugasnya sebagai nabi sekitar tahun 750 SM, di Kerajaan Utara. Ia berkarya pada masa yang sama dengan nabi Amos dan nabi Yesaya, yaitu sekitar zaman Uzia (781-740 SM), Yotam (740-736 SM), Ahas (736-716 SM), dan Hizkia (716-687 SM) raja Yehuda. Baca Wikipedia
Sebagai tugas bilau yang pertama sebagai seorang nabi, Allah memerintahkannya untuk menikahi Gomer yang tidak lain adalah seorang wanita pelacur.
Secara logika manusia biasa, tentu hal ini menimbulkan pertanyaan. Apakah Allah keliru? Ataukah Allah sedang bercanda?
Bagaimana tidak, seorang nabi yang semestinya hidup suci tak bercela, harus menikahi seorang pelacur.
Gomer yang diharapkan berubah dari kehidupan lamanya yang hitam kelam, dan memulai kehidupan baru bersama Hosea yang merupakan seorang nabi justru berbuat sebaliknya.
Setelah "dipungut" dari tempat pelacuran dan dinikahi Hosea, Gomer lantas berselingkuh lagi.
Dalam kitab Hosea diceritakan bahwa, ketiga anak Hosea adalah anak anak dari 'hasil' perselingkuhan Gomer.
Lantas, apa tindakan Hosea terhadap penyelewengan Gomer?
Berulang kali Gomer mengkhianati Hosea, berulang kali pula Hosea memberikan pengampunan. Hosea tetap "merangkul" kesalahan demi kesalahan yang diperbuat Gomer, tanpa mengungkit ungkit, tidak peduli apa kata orang, apa lagi menghakimi.
Hal ini merupakan tindakan yang paling menakjubkan sebagai seorang pria.
Pernikahan Hosea dengan Gomer sebenarnya merupakan gambaran mengenai relasi Allah dengan umatnya Israel.
Hal inilah yang menjadi inti dari perintah Allah kepada Hosea untuk menikahi Gomer.
Kehidupan rumah tangga Hosea tersebut secara simbolis mempertontonkan kemerosotan Israel pada waktu itu, yang sudah berkali kali "berselingkuh" dan "melacur-kan" diri dan hati mereka kepada dewa dewi baal.
Meski demikian, pada tulisan ini, saya ingin mengesampingkan kenabian Hosea, serta konteks pernikahannya dengan Gomer, dan mencoba melihat kisah pernikahan tersebut dari sisi lazimnya manusia biasa.
Kehidupan rumah tangga Hosea tersebut secara simbolis mempertontonkan kemerosotan Israel pada waktu itu, yang sudah berkali kali "berselingkuh" dan "melacur-kan" diri dan hati mereka kepada dewa dewi baal.
Meski demikian, pada tulisan ini, saya ingin mengesampingkan kenabian Hosea, serta konteks pernikahannya dengan Gomer, dan mencoba melihat kisah pernikahan tersebut dari sisi lazimnya manusia biasa.
Di zaman sekarang, ada begitu banyak 'Gomer' di mana mana., namun pertanyaannya, adakah yang memiliki hati sebesar dan seluas hati Hosea?
Secara pribadi, saya berasumsi bahwa, mustahil ada pria di bumi ini yang bakal bisa meniru atau meneladani sikap Hosea.
Namun, ada satu hal yang dapat kita teladani dari sikap yang ditunjukkan Hosea, yakni pengampunan.
Sebaik atau sekuat apa pun kamu berkomitmen terhadap suatu hubungan, jika kamu sulit untuk mengampuni, bersiaplah untuk menerima konsekuensi kegagalan.
Mungkin saja pasangan kamu tidak melakukan kesalahan se'keji perbuatan Gomer, tetapi sebagai manusia, tentu kita tidak luput dari salah, dan hal itu hanya bisa didamaikan oleh pengampunan.
Sebagai wanita, perilaku Gomer adalah sesuatu hal yang buruk, yang sangat tidak dianjurkan untuk diteladani.
Tubuh, seks, dan cinta merupakan satu keutuhan yang tidak boleh di-pisah pisahkan.
Kamu tidak bisa memberikan tubuh untuk seks dengan "alasan lain" selain cinta.
Karena di situlah letak kesalahan Gomer.
Beruntungnya Gomer karena ada Hosea yang memiliki "resep" paling sederhana untuk mengatasi kegagalan hubungan pernikahan: PENGAMPUNAN tanpa batas.
Catatan:
Sebenarnya ada banyak sekali artikel serupa yang menulis tentang kisah Hosea, akan tetapi hampir semua penulis menggambarkan Hosea sebagai orang yang bernasib malang, apes, dan sial. Hal itu dikarenakan, mereka lebih fokus kepada kesalahan atau dosa dosa Gomer, dan mengabaikan sikap paling mengagumkan dari seorang Hosea.
Jadi, di sini saya lebih memilih untuk menonjolkan pengampunan Hosea daripada dosa dosa Gomer. Sebab adakalanya, ketika kita lebih fokus kepada kesalahan orang lain, maka otomatis kita akan lupa bagaimana cara mengampuni.
©2020 Jurnal Beta


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini