![]() |
| redbubble.com |
Jatuh cinta adalah fenomena yang akan terus berlangsung seumur hidup manusia. Terlepas dari apakah kamu sudah terikat komitmen pernikahan dengan seseorang, atau sementara berpacaran, kamu masih akan terus merasakan getaran yang tak lazim di sudut hati yang terdalam, setiap kali melihat, serta "mengagumi" objek objek tertentu yang menurut kamu unik dan menarik.
Meski pun dalam hal ini, setiap orang memiliki reaksi yang berbeda, dan tentunya tidak terang terangan, apa lagi mereka yang sudah berpasangan. Namun sadar atau pun tidak, kekaguman kamu terhadap seseorang, secara tidak langsung mengindikasikan jika kamu telah terperangkap dalam suatu situasi yang saya sebut sebagai selingkuh secara emosional.
Selingkuh secara emosional adakalanya tidak disadari sebagian orang, sampai ketika mereka benar benar terjerumus dalam perselingkuhan sebenarnya; sentuhan fisik (pelukan,ciuman, hingga hubungan seks).
Sebab itu, perhatikan tanda tanda selingkuh secara emosional yang akan saya paparkan berikut ini. Setidaknya untuk mengantisipasi, atau jika kamu sementara tanpa sadar berada dalam situasi serupa, saat ini berusahalah untuk keluar dari zona berbahaya itu.
Nyaman dengan perhatian seseorang yang lain
Hubungan yang sementara bermasalah, atau seseorang yang memiliki pasangan yang kaku, cuek, atau sama sekali tidak memahami cara bikin nyaman dan membangun rasa percaya diri pasangan-nya, seperti pujian dan dukungan, secara tidak langsung membuka peluang untuk poin pertama ini.
Berada dalam sebuah "lingkaran" komitmen, berarti kamu dituntut secara totalitas untuk tunduk pada syarat dan ketentuan yang berlaku.
Terlepas dari situasi hubungan yang dingin atau bermasalah, serta cara pasangan memperlakukan kamu, tidak serta merta hal itu kamu jadikan alasan untuk 'keluar' dan mencari perhatian dan dukungan dari orang lain.
Sekecil atau se'remeh apa pun perhatian itu, lama kelamaan akan berubah menjadi sesuatu yang sulit kamu lepaskan.
Memiliki rahasia kecil sendiri
Keterbukaan dan komunikasi merupakan elemen elemen penting dalam membina suatu hubungan yang sehat dan stabil.
Namun, apa bila kamu sudah terikat komitmen dengan pasangan, tetapi dalam hal tertentu kamu sering kali menyimpan rahasia kecil sendiri, itu pertanda kamu melanggar syarat dan ketentuan yang berlaku dalam sebuah komitmen.
Rahasia kecil yang dimaksud, bisa berupa menyembunyikan obrolan/chat dengan mantan atau seseorang yang lain, sampai sampai memasang gembok besar di layar hp (lock screen) dengan sandi yang tidak diketahui pasangan.
Berada dalam sebuah hubungan, bukan bearti kamu tidak boleh memiliki teman pria atau wanita di luar. Tetapi dalam hal tertentu yang bersifat privat, tidak ada seorang pun yang lebih penting atau lebih utama dari pasangan kamu.
Jika tidak demikian, kemungkinan kamu sementara berselingkuh secara emosional.
Curhat yang tidak pantas kepada orang yang tidak tepat
Seperti yang saya katakan tadi, bahwa jika kamu sementara menjalin hubungan dengan seseorang, itu artinya tidak ada seorang pun yang lebih baik, lebih pengertian, lebih utama, dan lebih penting dari pasangan-mu itu.
Apa pun problematika dalam hubungan kamu, sama sekali tidak pantas untuk kamu adukan atau ceritakan pada orang lain dalam hal ini bisa sahabat lawan jenis; pria atau wanita lain, apa lagi orang lain itu adalah mantan kekasih.
Curhat yang tidak pada tempat dan pada orang yang tidak tepat, jika dibarengi dengan sedikit godaan, dan dibumbui dengan dialog dialog yang romantis, merupakan salah satu pertanda kamu sedang berselingkuh secara emosional.
CLBK
Saya pernah iseng iseng memosting beberapa kalimat nyeleneh di facebook, demikian;
"orang yang paling gampang diajak berselingkuh adalah mantan kekasih.
Kenapa.? sebab kita sudah tahu pasti kelemahan, cara mendekatinya, dan trik untuk membuatnya luluh".
Efeknya apa? beberapa mantan lantas memblokir saya dari media sosial mereka. 😃Meski pun ada sedikit rasa kecewa, tetapi di satu titik saya merasa itu tindakan bijak yang pantas untuk melindungi hati pasangan mereka.
Ketika kamu berada dalam sebuah hubungan, sangat tidak dianjurkan untuk kembali menyentuh sesuatu yang sudah tertinggal jauh di masa lalu. JIka kamu ingin coba coba, atau seperti kata saya tadi, sekedar iseng, maka bersiaplah untuk terjerumus ke dalam serangkaian tindakan "tabu" lainnya.
Di sini saya bukan bermaksud bahwa menjalin persahabatan dengan mantan kekasih itu sesuatu yang buruk. Tetapi dalam persahabatan itu, tentu kamu harus mejaga dan menghormati batasan kamu. Artinya, kamu tidak seharusnya mengutamakan mantan dalam hal keintiman perasaan, apa lagi memperlakukannya seperti pasangan lagi.
Menanggapi godaan
Secara realitas, kita tidak mungkin bisa mengendalikan perlakuan orang lain, tak terkecuali perasaan orang lain terhadap kita. Salah satunya adalah godaan untuk menjalin hubungan dari orang lain, bahkan ketika kamu sudah memiliki pasangan sah.
Dalam hal ini, ketika kamu mendapat godaan yang bertubi tubi, akan baik baik saja selama kamu mampu mengabaikan-nya. Namun tanda bahaya akan muncul seiring kamu bersedia menanggapi godaan itu.
Dalam dunia percintaan, kita seperti kapal laut. Kamu akan melihat banyak mercusuar di sekeliling kamu, tetapi dalam konsep komitmen, kamu hanya bergantung pada satu untuk memandu-mu. Jika tidak demikian, kamu akan kehilangan arah, kandas, dan tenggelam.
Semoga membantu.....
©2020 Jurnal Beta


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini