Kita hidup di zaman di mana orang jahat dihormati dan dipuja puja, sementara orang baik baik di posisi sebaliknya.
Ini merupakan salah satu pertanda jikalau bumi yang kita pijak ini, tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk orang orang baik.
Menjadi orang baik di dunia kita yang "liar" ini, sejatinya bukan perkara yang gampang.
Bagaimana kamu akan tetap bertahan menjadi orang baik jika tempat-mu selalu saja di bawah telapak kaki orang lain?
Bagaimana kamu bisa terus berbuat baik, sedangkan perbuatan baik-mu dijadikan peluang untuk orang lain mengambil keuntungan?
Ironis bukan?
Bagaimana kamu bisa terus berbuat baik, sedangkan perbuatan baik-mu dijadikan peluang untuk orang lain mengambil keuntungan?
Ironis bukan?
Apa lagi jika kamu sebagai seorang wanita, tentu sebagian di antara kamu sudah begitu familiar dengan hal hal seperti; diperalat, dipermainkan, diperlakukan semena mena, disakiti, dilecehkan, dan perlakuan buruk lainnya.
Menulis artikel ini, saya jadi teringat kata kata mantan presiden Afrika Selatan, almarhum Nelson Mandela, demikian;
Menjadi orang baik adalah hak hidup seseorang. Namun, faktor faktor risiko menjadi orang baik yang saya sebutkan di atas, dapat dengan mudah mempengaruhi, serta mengubah tabiat orang baik menjadi "pura pura baik", atau bahkan lebih buruk dari itu.
Pura pura baik dengan selalu mengenakan topeng untuk menyembunyikan ketidak-percayaan kepada diri dan orang lain, menutupi luka dan rasa sakit, penyesalan, kesedihan, amarah, kebencian dan dendam.
Namun sayang, dengan mengenakan topeng setiap hari, inner beauty-mu serta merta akan memudar dengan sendirinya.
Topeng yang kamu kenakan bukan hanya menutupi rasa sakit, amarah, penyesalan, kesedihan, atau kebencian dan dendam, tetapi juga menutupi kecantikan-mu. Sekalipun topeng itu adalah make up yang tebal, atau tawa dan senyum ceria.
Jadi, apa pun risikonya, tetap lah berbuat baik kepada semua orang. Kebaikan hatimu itu seumpama cahaya yang memancarkan kecantikan-mu.
Memang, menjadi orang baik tentu tidak semudah yang dibayangkan. Namun, akan jauh lebih menyeramkan jika kamu terbawa arus dan menjadi sebaliknya.
Karena itu, di tengah tengah zaman yang semakin muram ini, standar utama kecantikan setiap wanita adalah menjadi orang baik.
Menulis artikel ini, saya jadi teringat kata kata mantan presiden Afrika Selatan, almarhum Nelson Mandela, demikian;
" Tidak ada pilihan lain dari orang orang yang dirampas hak hak hidupnya, selain menjadi penjahat ".
Pura pura baik dengan selalu mengenakan topeng untuk menyembunyikan ketidak-percayaan kepada diri dan orang lain, menutupi luka dan rasa sakit, penyesalan, kesedihan, amarah, kebencian dan dendam.
Namun sayang, dengan mengenakan topeng setiap hari, inner beauty-mu serta merta akan memudar dengan sendirinya.
Topeng yang kamu kenakan bukan hanya menutupi rasa sakit, amarah, penyesalan, kesedihan, atau kebencian dan dendam, tetapi juga menutupi kecantikan-mu. Sekalipun topeng itu adalah make up yang tebal, atau tawa dan senyum ceria.
Jadi, apa pun risikonya, tetap lah berbuat baik kepada semua orang. Kebaikan hatimu itu seumpama cahaya yang memancarkan kecantikan-mu.
Memang, menjadi orang baik tentu tidak semudah yang dibayangkan. Namun, akan jauh lebih menyeramkan jika kamu terbawa arus dan menjadi sebaliknya.
Karena itu, di tengah tengah zaman yang semakin muram ini, standar utama kecantikan setiap wanita adalah menjadi orang baik.
©2020 Jurnal Beta


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini