![]() |
| fineartamerica.com |
Berbagai cara mencintai sebagian orang yang sering saya lihat, terkadang sulit dipahami akal sehat.
Banyak pria yang tiba tiba menjadi lembut, perhatian, manis, dan romantis dari biasanya.
Sebagian lain, menjadi terlalu penurut, bahkan untuk hal hal konyol, atau sesuatu yang paling tidak disukainya.
Beberapa di antaranya terkesan pamer segala materi yang mereka miliki, sebagai satu satunya cara untuk mendapatkan rasa kagum, dan persetujuan dari wanita mereka sukai.
Salah satu gejala yang paling ekstrem yakni, ketika harus rela mengubah apa pun yang melekat pada diri sebagai ciri khasnya, hanya untuk mendapatkan penerimaan, pengakuan, dan cinta.
Apabila kamu menemukan pria dengan tanda tanda ini, maka ketahuilah, mereka lah yang saya gambarkan sebagai "bunglon".
Lantas, kenapa menjadi bunglon dalam mencintai merupakan ide yang buruk?
Simak lebih lanjut uraian berikut, untuk mengetahui kenapa hal ini begitu sangat penting untuk diri sendiri, hubungan, dan orang yang kamu cintai.
"Menjadi pria bunglon, berarti menurunkan nilai diri-mu di titik paling rendah"
Ada fakta penting yang perlu kamu ketahui terkait pria yang berubah untuk mendapatkan pengakuan, penerimaan, dan cinta, dari wanita yang disukainya, yaitu nilai.
Pria jenis ini, umumnya lebih memprioritaskan daya tarik 'fisik' dari pada kebahagiaan emosional dalam sebuah hubungan.
Mereka akan menempatkan wanita yang disukainya di atas segalanya, dan berusaha mengubah apa pun pada dirinya agar menjadi sama ,layak , dan diterima pasangannya.
Sebenarnya, Berubah untuk orang yang kamu cintai tidak selalu merupakan hal yang buruk, selama itu mengubah kebiasaan kebiasaan jelek dan merugikan, menjadi lebih baik dan lebih bertanggung jawab.
Mereka akan menempatkan wanita yang disukainya di atas segalanya, dan berusaha mengubah apa pun pada dirinya agar menjadi sama ,layak , dan diterima pasangannya.
Sebenarnya, Berubah untuk orang yang kamu cintai tidak selalu merupakan hal yang buruk, selama itu mengubah kebiasaan kebiasaan jelek dan merugikan, menjadi lebih baik dan lebih bertanggung jawab.
Namun, jika itu terkait nilai diri, minat, tujuan hidup, keyakinan, dan segala hal terkait jati diri dan ciri khas pribadi-mu, hanya untuk membuat wanita-mu terkesan, justru kenyataannya akan terjadi sebaliknya.
Mengubah nilai inti kamu, sama halnya dengan "memiskinkan" pribadi-mu sendiri.
Pria bunglon tidak memiliki ciri khas atau nilai inti yang kuat, karena terus mencari pengakuan dan penerimaan.
Kita bisa melihat tanda tanda pria bernilai rendah serupa ini di sekeliling kita.
Mereka lebih menonjolkan pencapaian, kesuksesan, dan harta atau materi yang mereka miliki untuk membuat wanita kagum.
Pencapaian, atau kesuksesan pria, mungkin masih bisa dianggap bernilai tinggi selama itu tidak dijadikan "iklan" untuk mengemis pengakuan.
Mereka bisa saja bernilai tinggi dalam pekerjaan, tetapi karena merasa bernilai rendah di dunia percintaan, maka mereka akhirnya jatuh pada nilai orang lain. Dan bagi wanita bernilai tinggi, hal ini merupakan 'jebakan' yang perlu dihindari.
Kita tidak sepatutnya mengubah gaya hidup atau nilai pada diri kita lantas mengikuti gaya hidup serta nilai atau ciri khas orang yang kita cintai. Karena semakin kita berubah, semakin kita kehilangan identitas diri.
Hal ini menjadi begitu ironis jika kamu salah persepsi-kan nilai diri-mu dan meletakkannya di tempat paling rendah, lalu menggantinya dengan nilai orang lain demi sebuah pengakuan dan penerimaan.
Jika seorang wanita merasa tertarik, itu karena ia melihat nilai unik yang melekat pada pribadi kita . Sehingga ketika kita mulai mengubahnya menurut apa yang kita persepsi-kan, maka lambat laun kita akan kehilangan satu persatu; dimulai dari nilai diri, lalu berlanjut pada hancur-nya hubungan.
Sebab, dengan kehilangan semua yang melekat pada pribadi kita, maka semakin kita tidak bernilai apa apa di mata orang yang kita cintai.
Cinta itu, semestinya dimulai dari diri sendiri.
Kita semua memiliki nilai, dan sebagian besar orang tidak menyadari sistem nilai diri yang tersemat pada pribadinya. Tetapi sebenarnya nilai seseorang selalu akan nampak pada tindakannya.
Inti dari mencintai adalah ketika kamu menemukan seseorang yang berharga, dan sebaliknya menghargai-mu sebagai sosok yang bernilai, bermartabat, dan berintegritas.
Memiliki tujuan hidup, kepercayaan diri, dan harga diri, itu akan membuat kamu sangat menarik di mata wanita. Kamu bukan hanya dicintai dan dikagumi, tetapi dia juga akan menghormati-mu.
Menjadi seorang pria, harus memiliki identitas. itu wajib!
Menjaga harga diri, dan memiliki batasan yang kuat, itu akan menjadikan-mu sebagai pria yang bernilai tinggi. Dan kamu akan mendapatkan cinta yang 'layak', setara harga yang kamu miliki.
Jadi, jawaban terbaik untuk masalah ini adalah; ciptakan identitas diri, bangun kepercayaan diri, dan mencintai diri sendiri terlebih dahulu sebelum kamu melakukannya terhadap orang lain.
Sebagai penutup artikel ini, saya akan memberikan sedikit saran praktis sebagai batasan untuk melindungi harga dirimu ketika mencintai:
⇨ Selalu memberi perhatian setiap saat dan menjadikannya pusat dari segala sesuatu-nya kamu, akan membuat kamu terlihat membosankan, kurang kreativitas (kerja), dan terkesan "miskin" (cinta).
⇨ Semakin kamu mencoba mencari dukungan dan pengakuan darinya, semakin kamu akan mengusirnya pergi.
Dan,
⇨ Semakin kamu merasa ketergantungan padanya, itu akan semakin meruntuhkan harga diri-mu.
Semoga bermanfaat...
©2020 Elangmutis.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar di sini